• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Jaga Kelestarian Lingkungan, Bali Butuh Tiga Elemen Pendukung

15 September
11:25 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sanur : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Handayani Denpasar menggelar bakti sosial berupa aksi bersih-bersih sampah plastik dan penanaman bibit pohon di Pura Dalem Pengembak, Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Minggu (15/9/2019).

 

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah VIII, Prof. I Nengah Dasi Astawa mengatakan, perguruan tinggi sudah seharusnya terlibat langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal itu menjadi respon atas degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia, dan alih fungsi lahan.

 

"Oleh karena itu, maka perguruan tinggi harus terlibat langsung didalam kegiatan penjagaan lingkungan. Apalagi Bali mengedepankan ecotourism, mengedepankan pariwisata budaya. Maka sekarang kebersihan, kelayakan lingkungan, dan kenyamanan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan upaya kita untuk meningkatkan apa yang disebut dengan pariwisata," katanya ketika ditemui wartawa disela-sela Baksos STIMI Handayani Denpasar.

 

Ia berharap seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta memiliki desa binaan, dalam rangka menjaga kebersinambungan lingkungan. Seperti halnya 60 perguruan tinggi swasta di Pulau Dewata yang bisa diproyeksikan menggandeng satu desa binaan dalam periode lima tahunan. Jika itu terealisasi, Dasi Astawa yakin kedepannya seluruh desa di Bali akan terjaga kelestariannya.

 

"Kebersamaan antara tiga elemen penting, menurut saya, yaitu desa adat, pemerintah, dan perguruan tinggi. Kalau trio kekuatan ini bergabung, saya rasa lingkungan Bali akan terjaga, maka apa yang kita menjadikan saat ini slogan ecotourism, pariwisata budaya, maka dalam jangka waktu tertentu itu akan terwujud dengan pasti," ujarnya.

 

"Karena perguruan tinggi biasanya kan hampir setiap tahun menerima mahasiswa baru. Itu adalah energi baru yang bisa dimanfaatkan untuk ikut bersama-sama memelihara dan menjaga lingkungan," sambungnya.

 

Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar, Ida Bagus Radendra Suastama pada kesempatan yang sama mengaku, pengembangan ekowisata menjadi salah satu konsern STIMI Handayani Denpasar. Hal itu lantaran pihaknya yakin, segala sesuatu didunia saling berkaitan.

 

"Kita ingin agar apa yang kita lakukan itu, terutama dari kita sebagai masyarakat ilmiah, masyarakat yang akademik, kita bisa menyumbangkan sesuatu yang riil, yang nyata dan itu memang berkelanjutan. Sehingga hasilnya betul-betul terasa bagi masyarakat luas. Jadi STIMI Handayani memang selama ini menetapkan dan komit daerah ini (Pantai Mertasari) menjadi daerah binaan kita dalam wisata pantai," ungkapnya.

 

"Dan juga program zero plastic itu juga menjadi salah satu program yang sangat happening sekarang. Kita mendukung penuh program itu. Karena memang plastik menjadi salah satu zat yang memang tidak bisa diurai secara alamiah. Sehingga memang kita harus pisahkan dia, dan membuat alam itu bebas dari plastik," lanjut Radendra Suastama.

 

Sementara Ketua STIMI Handayani Denpasar, Prof. Ida Bagus Gede Udiyana menjelaskan, bakti sosial merupakan kegiatan rutin tahunan. Bahkan ia mengatakan, dalam satu tahun aksi bersih-bersih sampah plastik dan penanaman bibit pohon dilaksanakan sebanyak dua kali.

 

"Mengapa kami lakukan pada satu tempat bakti sosial ini, adalah supaya outcomenya kelihatan hasilnya. Sehingga nantinya Pantai Mertasari ini akan lebih asri, nyaman, dan aman bagi masyarakat untuk berwisata, kemudian refreshing dengan tekanan hidup sekarang ini," papar Udiyana.

 

Udiyana menyebut, Kegiatan yang diikuti 425 orang itu menjadi pamungkas dari Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Peserta terdiri dari mahasiswa baru, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dosen, dan tenaga kependidikan STIMI Handayani Denpasar.

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00