• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Pariwisata

Sanur Village Festival Ikut Kampanyekan "Puasa Plastik"

22 August
20:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sanur : Sanur Village Festival (SVF) XIV resmi dibuka Menteri Pariwisata, Arief Yahya di Pantai Matahari Terbit, Rabu (21/8/2019). Event tahunan masyarakat sanur itu berlangsung 5 hari (21 - 25 Agustus 2018). Berbagai perlombaan dan hiburan dihelat dalam kegiatan yang diinisiasi Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) tersebut. Salah satu yang menarik adalah gerakan "puasa plastik" yang dikampanyekan pihak penyelenggara. 

Ketua Umum Sanur Village Festival, Ida Bagus Gede Sidharta Putra kepada RRI mengakui, melarang penggunaan plastik sekali pakai selama SVF XIV. Seluruh tenant pun dijamin tidak menyediakan plastik kepada pembeli.

"Kalau dari kami imbauannya seperti itu, dan kita akan pantau terus ya. Sebab ini adalah sebuah kesadaran penuh dari kita semua termasuk pengunjungnya juga, bukan hanya tenant-tenantnya saja. Pengunjung ini sudah sadar betul tidak, untuk melakukan free plastic dan hal-hal yang seperti itu," katanya ketika ditemui RRI disela-sela Sanur Village Festival XIV, Kamis (22/8/2019). 

Selain pada penyelenggaraan SVF XIV, larangan penggunaan plastik juga berlaku diseluruh akomodasi pariwisata dikawasan Sanur. Bahkan semua hotel di Sanur dipastikan Gusde yang juga Ketua PHRI Denpasar ini telah mengganti seluruh barang berbahan plastik dengan altenarnatif lain yang ramah lingkungan

"Kalau PHRI yang anggota ya, itu 100 persen (tidak menggunakan plastik). Karena kita terus gaungkan terus khusus yang anggota PHRI ya. Hotel kan juga ada yang bukan anggota PHRI. Jadi sebenarnya pesan yang saya sampaikan adalah ya kita akan selalu siap dari segi user. User ini kan hotel. Tetapi bagaimana produsen. Itu juga harus dilakuakn hulu hilir. Jangan dihilirnya saja, dihulunya gimana? Ada tidak pengganti-pengganti pengemasan yang barang-barang hotel yang dibeli," ujarnya. 

Gusde menyadari, "puasa plastik" sudah menjadi tren baru masyarakat dunia. Langkah itu diakui sebagai strategi dalam mengurangi sampah plastik. Khusus Bali, ia memandang itu sebagai cara yang tepat untuk mengembalikan kepercayaan, dan kenyamanan calon wisatawan. 

Ketua YPS ini membeberkan, posisi Bali sebagai The Best Destination in the World merosot tajam, lantaran lambannya penanganan sampah dalam beberapa tahun terakhir. 

"Dimana memang kebersinambungan itu lagi menjadi tren sekarang. Dan itu terbukti sekali pada saat dua tahun atau tiga tahun lalu Bali itu sebagai destinasi terbaik didunia. Tapi sekarang kita drop menjadi nomor lima. Dan setelah saya riset dan saya tanyakan, itu ya gara-gara sampah. Gara-gara ketidaknyamanan," tegasnya. 

"Otomatis pariwisata berkualitas itu tidak bisa kita raih kalau tidak terintegrasi antara produk, infrastruktur, sampah dan lainnya. Itulah menyebabkan Sanur Festival yang selalu tampil untuk hal-hal yang kita harapkan kebaikan ini, melalui kampanye eco friendly festival, kita reduksi plastik, kita gunakan bambu, kita gunakan tikar-tikar. Itu tentunya akan membantu kita semua. Bukan hanya pariwisata atau gubernur," tutup Gusde. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00