• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Muktamar V PKB, Jokowi: Pidato Saya Diborong Semua 

20 August
22:29 2019
1 Votes (5)

KBRN, Nusa Dua : Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi dibuka Presien, Joko Widodo. Hadir sejumlah ketua umum partai politik dalam pembukaan tersebut, diantaranya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PSI Grace Natalie.

Selain itu, sederet menteri Kabinet Kerja pun turut hadir dalam kesempatan itu, seperti Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo serta Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly.

Kepala Negara ketika membuka ajang lima tahunan PKB itu menyampaikan beberapa lelucon yang disambut gelak tawa para peserta. Diantaranya soal pidato kenegaraan yang disebut telah disampaikan semua oleh Ketua Umum PKB, Abdullah Muhaimin Iskandar (Gus Ami). 

"Saya mau berbicara apa juga bingung. Karena semuanya sudah diborong oleh Ketua Umum PKB. Dari A sampai Z yang mau saya omongkan disini (pidato kenegaraan) sudah disampaikan. Apa yang ditulis disini sudah diomongkan, sudah disampaikan oleh beliau. Saya mau ngomong apalagi?. Mau ngomong program sudah disampaikan beliau," ungkap Jokowi dihadapan ribuan peserta Muktamar V PKB, di BICC Nusa Dua, Selasa (20/8/2019) malam.

"Yang jelas kita patut bersyukur bahwa pada hari ini PKB menjalankan Muktamar di Bali, setelah 12 hari yang lalu PDI Perjuangan juga menyelenggarakan Kongres di Bali," lanjutnya. 

Selain itu Jokowi juga menyampaikan pertanyaan soal alasan Partai Kebangkitan Bangsa memilih Bali sebagai lokasi Muktamar V. Namun Kepala Negara tak memungkiri, PKB dengan basis massa Nahdliyin selama ini memiliki kedekatan emosional dengan Umat Hindu di Pulau Dewata.  

"Saya kadang-kadang mikir, ini kalau PDI Perjuangan ini punya alasan kuat mengapa Kongres diadakan di Bali. Karena memang basis terkuat PDI Perjuangan itu di Bali. Terus PKB mengadakan Muktamar di Bali, pasti juga ada alasannya. Saya tidak tahu alasannya apa. Saya hanya nebak-nebak. Jangan-jangan PKB juga ingin memperoleh suara besar di Bali," kata Presiden Jokowi. 

Sementara Ketua Umum PKB, Gus Ami menyampaikan sejumlah hal dalam pidato politiknya. Diantaranya soal keyakinan PKB untuk terus menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya sejumlah program yang dijalankan memiliki dampak signifikan terhadap peradaban Indonesia. 

"Infrastruktur yang dibangun, sarana prasarana jalan yang kita bangun, bukan berdiri sendiri. Ini adalah fondasi bagi peradaban Indonesia. Kata kunci peradaban inilah yang membuat PKB semakin yakin akan selalu ikut menjadi bagian daripada pemerintah.  Lima tahun yang telah kita lalui, dan InsyaAllah sukses lima tahun yang akan datang," ucap Wakil Ketua MPR RI tersebut. 

Tidak kalah dengan Presiden Jokowi, Ketua Umum PKB juga sempat melontarkan beberapa celotehan. Diantaranya soal teguran dari Ketua Umum PDI Perjuangan perihal banyaknya pemasangan baliho bergambarkan Gus Ami. Tidak hanya itu, ia pun menyindir Airlangga Hartarto yang disebut sebagai ketua umum partai politik paling sabar di Indonesia. 

"Kadang-kadang ibu ini (Megawati Soekarnoputri) salah paham. Saya pasang baliho dimana-mana Ibu tegur. Opo to kowe iki (apa kamu ini?), saya jawab Bu biar terkenal. Tapi Ibu langsung bilang yo wis nek mung terkenal oleh (ya sudah kalau hanya terkenal, boleh). Yang penting bu, kami tetap menjadi bagian dari perjuangan Ibu. Karena dulu PKB dan PDI Perjuangan ibarat saudara seiring, Gus Dur dan Bu Mega menjadi satu perjuangan yang utuh," sebutnya. 

"Terima kasih Pak Airlangga Hartarto, ketua umum yang paling sabar. Mudah-mudahan sabar sampai akhir Oktober (Munas Partai Golkar). Terima kasih Pak Airlangga, Pak Airlangga tidak pernah berhenti dari kebersamaan untuk terus mengarungi koalisi kita dalam kabinet," tambah Gus Imin. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00