• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Pariwisata

Salak Gula Pasir Bali Rambah Pasar Kamboja

20 August
14:33 2019
1 Votes (4)

KBRN, Mangupura : Pasca dilepas perdana oleh Gubernur Bali, Wayan Koster di Pelabuhan Benoa pada Maret 2019,  Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil kembali melepas ekspor 773 kilogram salak gula pasir dari Bali ke Kamboja.

Salak gula pasir (salacca edulis) ini berasal dari petani di Kabupaten Tabanan yang dikelola dengan sistem kemitraan oleh pelaku usaha agribisnis, PT. Serena Sejahtera.

Selain salak gula pasir, pada saat yang sama juga dilepas 2,5 ton perdana kakao organik tujuan Belgia dan kepompong tujuan Singapura. Total nilai ekonomi pelepasan ekspor ketiga komoditas tersebut mencapai Rp1,7 Miliar. 

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menegaskan, Indonesia memiliki potensi ekspor yang sangat besar. Kinerja ekspor komoditas pertanian dalam lima tahun terakhir disebut lebih dari 9 juta ton dengan nilai Rp400 triliun. Dari sisi pertumbuhan, ekspor pertanian Indonesia mencapai 29% secara kumulatif sejak tahun 2014 hingga 2019. 

"Ini semua tentu potensi-potensi yang ada di kita ini digerakkan, maka kami sampaikan paling tidak lima terobosan strategis dari Pak Menteri Pertanian kita untuk eksportasi ini," ungkapnya di Terminal Cargo Bandara Ngurah Rai, didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, I Putu Terunanegara, Selasa (20/8/2019). 

Lima terobosan strategis itu diantaranya  perizinan melalui online single submission (OSS), dan implementasi program "Agro Gemilang". Kebijakan soal perizinan diklaim memiliki feedback positif dalam mengatrol volume ekspor komoditas pertanian dalam negeri.

"Jadi kalau dulu bertahun-tahun urus izinnya, berbulan-bulan, kalau sekarang dibawah tiga jam, sepanjang berkasnya sudah lengkap semua. Karantina, BPK Online untuk pemeriksaan dokumen karantina, sebentar lewat email saja, atau website saja itu sudah selesai. Jadi perizinan terpadu secara online," ungkapnya. 

Sementara Mulianta selaku eksportir Salak Gula Pasir dari PT. Serena Sejahtera mengakui permintaan salak dari luar negeri sangat tinggi. Selain salak gula pasir, pihaknya juga telah mengekspor salak pondoh sebanyak 40 sampai 50 ton perbulan ke Kamboja. Secara kualitas, ia menyebut salak Indonesia lebih baik dibandingkan Thailand. 

"Kita lihat potensi dari Bali ini juga. Tetapi memang ya kadang-kadang kendala, terutama dengan petani-petani yang saya rasa perlu dilatih dari dinas supaya ada kerjasama. Contohnya saja ini kita dalam pengiriman ini, kemarin kita terima 879 kilogram, tapi yang bisa dikirim hanya 670 kilogram," tukasnya. 





tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00