• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Krama Bali

OPSI Bali Tawarkan Proteksi Kaum Marjinal

19 August
18:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar Selatan : Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) Bali selama 8 tahun terakhir fokus pada upaya proteksi terhadap kaum marjinal. Salah satunya memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap kaum marjinal korban kekerasan.

 

Koordinator Provinsi OPSI Bali, Melati menjelaskan, pihaknya memiliki kewajiban untuk membela hak kaum marjinal.

 

"Konteksnya tadi, kami kan di teman-teman kaum marjinal, dimana kami disini itu untuk teman-teman pemberdayaan, dimana teman-teman mengetahui hak-haknya mereka. Karena kami adalah warga negara Indonesia, dan kami juga ingin terlibat langsung dalam kebijakan penanggulangan HIV-Aids," tuturnya kepada wartawan di Denpasar, Senin (19/8/2019).

 

Proteksi yang diberikan tidak sebatas pendampingan hukum, melainkan juga tempat menetap sementara. Kaum marjinal korban kekerasan disebut bisa menetap sementara di rumah singgah OPSI Bali.

 

"Teman-teman dari komunitas termarjinalkan, salah satunya adalah dari komunitas kami. Dan dia memang ada mendapatkan kasus kekerasan, dan dia juga misalnya sakit, dia bisa membawa surat sakit dari dokter. Dan itu ada di SOP kami, kalau dia mengalami kekerasan, dia bisa tinggal disini selama tujuh hari, dan juga ketika dia sakit, mereka sampai sembuh dan dinyatakan sembuh oleh dokter," jelasnya.

 

"Dan untuk konsumsi atau makan, selama tinggal di rumah singgah bisa juga ditanggung oleh kami sebesar Rp500.000 selama sebulan," imbuhnya.

 

Pendampingan dikatakan tidak sebatas keranah hukum. Akan tetapi OPSI Bali juga dapat melakukan mediasi diantara keduabelah pihak. Dalam seluruh proses itu, pihaknya menggandeng LBH APIK dan YLBHI.  

 

Upaya mediasi yang dilakukan, menurutnya juga berlandaskan hukum, karena ditandatangani di surat pernyataan bermaterai. Selain mediasi atau upaya damai, OPSI Bali juga memberikan pemahaman kepada para korban untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

 

"Rata-rata kasusnya kekerasan dari pacar. Kalau misalnya dari tamu, teman atau semuanya, kami akan lebih mencari tahu dulu bagaimana kasusnya, dan kami mencari saksi, agar mempermudah kami untuk ke LBH. Kekerasan bisa fisik, bisa juga psikologi," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00