• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pascagempa Bali, Kerugian Ditaksir Capai Rp 692 Juta

16 July
20:07 2019
3 Votes (5)

KBRN, Denpasar : Gempa bermagnitudo 5,8 mengguncang Bali, dan sekitarnya pada Pukul 08.18 WITA, Selasa (16/7/2019). Tidak hanya Pulau Dewata, gempa yang berpusat di Barat Daya Bali juga dirasakan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir, gempa susulan sempat terjadi dengan kekuatan yang makin mengecil. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, Made Rentin mengakui, gempa susulan terjadi sebanyak 12 kali. Namun karena kekuatannya yang kecil, gempa susulan hampir tidak dirasakan masyarakat. 

Berbicara dampak gempa, BPBD mendata setidaknya 44 bangunan rusak ringan sampai sedang, dan 7 orang korban luka ringan. Rentin menyebut gempa bumi berkedalaman menengah itu tidak menimbulkan korban jiwa. 

"Kami mendapatkan total kerusakan dinilai sebesar Rp692 juta. Itu tersebar di 44 titik infrastruktur yang mengalami rusak ringan sampai sedang, yaitu 1 di Kota Denpasar, 2 di Gianyar, kemudian 2 di Buleleng, 1 di Tabanan, 2 di Jembrana, dan yang terbanyak 36 bangunan rusak di Kabupaten Badung. Terinci di berbagai fasilitas, baik itu sekolah, perkantoran, kantor camat, kemudian ada juga di pusat perbelanjaan, dan di Kota Denpasar ada fasilitas persembahyangan, padmasana di Pura Lokanata, Lumintang yang mengalami kerusakan," ungkapnya ketika dihubungi RRI di Denpasar, Selasa (16/7/2019) malam. 

"Sebagian besar (kerusakan) di daerah Badung, yaitu Kecamatan Kuta Selatan, yang memang secara jarak kalau kita melihatnya 68 kilometer dari pusat gempa yang berada di selatan Nusa Dua," lanjutnya. 

Pemerintah Provinsi Bali dikatakan akan melaksanakan dua tindakan dalam fase pasca-bencana. Dua tindakan itu berupa rehabilitasi, dan rekonstruksi. Mengacu Peraturan Gubernur (Pergub) yang merangkum bantuan sosial tidak terencana, rehabilitasi, dan rekonstruksi akan menyasar rumah masyarakat, fasilitas umum serta fasilitas sosial. 

"Itu besaran anggarannya lumayan, karena memang fokus kita dalam rangka melakukan rehab rekon terhadap kondisi masyarakat. Jadi kami akan melakukan itu, tentu segala kelengkapan secara administrasi, karena kita anggaran berbasis kinerja. Ketika kita membantu masyarakat dalam suasana kebencanaan, syarat kelengkapan administrasi pun kami harus lengkapi," ujarnya.

"Oleh karena itu peran semua perangkat terkait yang berjenjang secara hirarki mulai dari perbekel, camat sampai BPBD di kabupaten/kota itu penting, dalam rangka membuat usulan berupa proposal. Karena itu sebagai dasar kami mengeluarkan bantuan dari pemerintah. Proposal dilengkapi foto-foto saat kejadian, itulah kita tuangkan dan diketahui oleh perangkat desa ditempat terjadi bencana tersebut," imbuhnya. 

Bantuan juga akan menyasar korban gempa yang mengalami luka ringan. Rentin mengemukakan, biaya pengobatan korban luka ringan ditanggung penuh oleh pemerintah. Selain itu, korban luka ringan juga akan menerima santunan sebesar Rp10 juta. 

Kepala BPBD Bali menambahkan, pihaknya juga berencana turun ke lokasi terdampak gempa bumi. Tujuannya untuk melakukan trauma healing bagi para korban. Pemulihan trauma akan difokuskan kepada pelajar tingkat Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama. 

"Hari kedua, besok, mulai pagi kami akan melakukan pergerakan ke titik-titik, terutama sasaran kami adalah sekolah, SD, dan SMP, melakukan pendampingan trauma healing kepada adik-adik kita para siswa-siswi. Tentu mereka kaget, tentu mereka trauma dengan adanya getaran yang cukup keras pagi tadi. Oleh karena itu hari kedua besok, memang sasaran kami untuk melakukan pendekatan, pendampingan kepada mereka semua. Kami akan masuk ke kelas-kelas mereka untuk memberikan penguatan, secara psikis tentu mereka harus segera dipulihkan," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00