• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

FBN Bali: Tidak Ada Orang Tidak Mengakui Pancasila

15 July
16:31 2019
1 Votes (5)

KBRN, Denpasar : Presiden terpilih, Joko Widodo telah menyampaikan pidato visi Indonesia di Sentul International Convention Centre (SICC), Minggu (14/7/2019). Pidato pertama pasca terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2018-2024 itu menuai respon positif dari banyak kalangan di Tanah Air. Salah satu yang mendapatkan pujian adalah soal tidak adanya toleransi bagi yang mengganggu Pancasila.

 

Ketua Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Bali, Agustinus Nahak mengapresiasi pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Menurutnya hal itu menjadi pesan tegas bagi kelompok radikal yang selama ini berupaya mendegradasi Pancasila sebagai ideologi masyarakat Indonesia.

 

"Kita apresiasi Kepala Negara, pemerintahan Pak Jokowi sangat tegas. Bahwa tidak ada toleransi lagi terhadap yang namanya orang-orang tidak mengakui Pancasila. Yang hidup di negara ini harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Ingat, anda hidup, makan, berusaha, beranak cucu di tanah Ibu Pertiwi. Jadi anda harus mengakui bahwa Pancasila itu satu-satunya dasar negara," tegasnya ketika ditemui RRI di Denpasar, Senin (15/7/2019).

 

"Saya selaku Ketua Forum Bela Negara Provinsi Bali sangat mengapresiasi yang menjadi ketegasan daripada Pak Jokowi. Karena selama ini yang terjadi kurang lebih hampir 7 persen orang yang selalu mengacaukan, seperti HTI ataupun penganut paham radikal berusaha semaksimal mungkin dengan menyebarkan fitnah, hoaks, dan lain-lain supaya menganggu keamanan, persatuan serta mereka ingin mengganti Pancasila sebagai dasar negara, dan bendera merah putih diganti dengan bendera hitam," lanjutnya.

 

Agus mengajak masyarakat mendukung sikap tegas Presiden, Joko Widodo. Jika ditela'ah secara utuh, pernyataan itu dengan tegas menyiratkan tidak ada satupun pihak atau individu yang berhak mengganti Pancasila, dan bendera merah putih.

 

"Harus tegas, dan harus ada hukuman maksimal kepada orang-orang yang menghina lambang-lambang negara, apalagi mau mengganti dasar negara. Itu adalah makar, apalagi mengganti bendera. Bendera merah putih yang selama ini sudah kita sepakati bersama, tidak boleh berganti menjadi merah, kuning, hijau, dan lain-lain. Tetapi merah putih adalah bendera kita, dan adalah lambang negara Republik Indonesia," tegasnya.

 

Soal kebhinnekaan, Agus mengakui kemajemukan Indonesia sempat terganggu oleh hiruk-pikuk kontestasi pada pemilihan umum (pemilu) tahun 2019. Forum Bela Negara dipastikan siap pasang badan untuk mengamankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

"Keretakan itu sudah terjadi. Keretakan itu terjadi ketika pemilihan presiden kemarin. Sebelum pilpres pun sudah terjadi keretakan. Jadi kebhinnekaan itu sudah mulai retak, namun masih bisa diperbaiki," tukasnya.

 

"Saya sebagai Forum Bela Negara Provinsi Bali, termasuk FBN se-Indonesia sebagai garda terdepan menjaga Indonesia, kita siap mati untuk NKRI, siap untuk membela bendera merah putih. Tidak akan pernah ada dasar negara yang lain, tidak ada bendera selain merah putih," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00