• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Gubernur Koster Ingatkan Tema PKB Jangan Hanya jadi Pemanis

14 May
12:16 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar: Gubenur Bali Wayan Koster mengimbau penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB)  harus lebih bagus dan berkualitas sesuai dengan tema PKB yakni Bayu Pramana - Memuliakan Sumber Daya Angin sebagai salah satu implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Pesta Kesenian Bali (PKB) menjadi ruang aktualisasi segala nilai luhur dan indah dari seni dan budaya Bali. PKB menjadi event seni dan budaya benilai sejarah yang tinggi dan telah menjadi bagian dari memori kolektif tidak saja krama Bali, tetapi juga nasional dan dunia intenasional.  Untuk itu, tata kelola dan manajemen event yang konsekuen serta profesional untuk menguatkan sekaligus memajukan seni dan budaya Bali dalam dimensi pelindungan dan pembinaan sangat diperlukan untuk memayungi seni-seni sebunan, serta melestarikan pakem seni klasik dan tradisi sebagai ajang pemajuan Kebudayaan Bali. Hal tersebut ditekankan Gubernur Bali Wayan Koster pada rapat evaluasi persiapan pelaksanaan acara PKB XLI Tahun 2019 di Jaya Sabha, Denpasar, Senin (13/5/2019)

"Saya berharap pelaksanaan PKB tahun ini harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Baik konten, format maupun tata cara pelaksanaan. Penyelenggaraan harus lebih bagus dan berkualitas sesuai dengan tema PKB yakni Bayu Pramana - Memuliakan Sumber Daya Angin sebagai salah satu implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali," ungkap Koster.

Koster menambahkan  setiap unsur baik pelaksanaan pawai, pergelaran, pameran, workshop, sarasehan, dan Iomba harus menerjemahkan secara fokus dan terintegrasi tema “Bayu Pramana; Memuliakan Sumber Daya Angin". 

"Mulai tahun ini, antara tema dengan isian acara mesti sinkron dan selaras. Tidak ada lagi tema yang hanya menjadi pemanis saja, sementara isian acara tetap menoton dari tahun ke tahun. Untuk itu dibutuhkan peran tim kreatif dan kurator yang bersinergi dengan seniman, budayawan, dan masyarakat seni di seluruh Bali ini. Sehingga setiap tahun ada satu wacana, yang kemudian ditetapkan sebagai tema, kemudian diterjemahkan dalam komposisi, tata artistik, maupun kreteria seleksi jenis kesenian yang mesti tampil," ujarnya. (IAFM,Ft:IST)

  • Tentang Penulis

    Ida Ayu Frischa Mahayani

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Ida Ayu Frischa Mahayani

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00