• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

PGRI Bali Minta Bentuk Tim Verifikasi PPDB

10 July
15:51 2018
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018-2019 di Bali tingkat SMA/SMK tidak berjalan mulus. Pasalnya proses itu menemui banyak hambatan yang menimbulkan protes keras dari sejumlah orang tua siswa termasuk dari kalangan dewan.

 

Yang paling krusial adalah berhembusnya isu soal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) fiktif dan piagam atau sertifikat prestasi bodong. Ironis, dua modal itu dimanfaatkan oknum tertentu memuluskan niatan masuk ke sekolah negeri favorit, dengan mengabaikan calon siswa yang sebenarnya paling berhak.

 

Ketua Pengurus Daerah (PD) PGRI Bali, Gede Wenten Aryasudha kepada RRI di Denpasar, Selasa (10/7/2018) mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menilai hal itu secara tidak langsung mencoreng wajah pendidikan Pulau Dewata.

 

"Ini tentu kenapa sampai munculnya SKTM palsu, piagam palsu itu kan tentu ada hal-hal yang harus menjadi perhatian kita bersama. Artinya ada sesuatu yang kurang sempurna, kurang lengkap. Atau katakanlah ada yang perlu diperbaiki," katanya.

 

Menyikapi fenomena tersebut Wenten mendorong semua pihak bersikap untuk menghilangkan berbagai bentuk praktek kecurangan di dunia pendidikan. Masyarakat, pengelola satuan pendidikan dan stakeholders pendidikan menurutnya memiliki andil besar untuk menghilangkan tradisi tersebut.

 

"Kalau dia hasil evaluasi, hasil analisis menyatakan iya, tentu perlu ada tindakan sebagai pembenahan atau solusi di tahun yang akan datang. Nah isu ini harus juga ditanggapi dengan serius, apa itu benar, supaya tidak nanti anak-anak yang memang sudah mempunyai SKTM yang benar yang jujur, punya piagam yang jujur malah terkontaminasi oleh isu negatif," tegasnya.

 

Wenten yang juga menjabat Kepala SMP PGRI 2 Denpasar ini menilai, perlu dibentuk tim verifikasi pada PPDB tahun 2019. Tim itu nantinya bertugas untuk memverifikasi SKTM, piagam ataupun sertivikat calon peserta didik baru. Jika ditemukan manipulasi, tim verifikasi itu dapat merekomendasikan kepada pihak sekolah untuk menganulir penerimaan terhadap siswa yang bersangkutan.

 

"Memperketat penggunaan SKTM dalam seleksi atau verifikasinya lah. Artinya begini, perlu dibuatkan tim khusus, apakah SKTMnya itu benar atau tidak, oleh lembaga itu," imbuh Ketua Pengurus Daerah (PD) PGRI Bali, Gede Wenten Aryasudha. (HRO/Foto:KBRN)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00