• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

UI dan Unud Evaluasi Kinerji Polda Bali

9 July
16:34 2018
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yaitu Uiversitas Indonesia (UI) dan Universitas Udayana (Unud) melakukan penelitian untuk mengevaluasi kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Bali. Hasil penelitian yang menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif itu dijabarkan dalam seminar "Persepsi Masyarakat Terhadap Kinerja Kepolisian Daerah Bali" di Denpasar, Senin (9/7/2018).

 

Populasi dan sampel yang digunakan yaitu masyarakat yang pernah mendapatkan pelayanan dan berhubungan dengan pihak kepolisian, berusia 18 tahun keatas serta mengantongi KTP Bali. Beberapa variabel yang menjadi indikator penelitian, diantaranya kepuasan terhadap layanan, penilaian terhadap penanggulangan narkotika dan terorisme serta penilaian keamanan diri terhadap kejahatan.

 

Sebagian besar responden yang berasal dari latar belakang pendidikan lulusan SD hingga Perguruan Tinggi puas dengan pelayanan jajaran Polda Bali. Bahkan untuk komparasi kinerja antar lembaga, Polda Bali berhasil mengungguli Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Bali, dan DPRD Bali.

 

Wakapolda Bali, Brigadir Jenderal Polisi I Wayan Sunartha ketika ditemui wartawan disela-sela kegiatan tersebut mengatakan hasil penelitian itu menjadi masukan positif bagi pihaknya. Tidak hanya menampung, Polda Bali juga akan melakukan pembenahan dengan modal tingkat kepuasan dan hasil evaluasi kinerja oleh UI dan Unud itu.

 

"Apapun hasilnya, terutama Polda Bali akan menindaklanjuti dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Karena apa, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Kapolda, kita aparat kepolisian didalam pelaksanaan tugasnya sebagai aparat pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat butuh masukan, butuh informasi, butuh koreksi," ungkapnya.

 

"Informasi inilah yang perlu kita harus dapatkan dari masyarakat, sehingga pelayanan bentuk-bentuk pelayanan kita kepada masyarakat apa yang menjadi harapan masyarakat kita dapat melalui seminar ini," imbuh mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bali ini.

 

Mantan Direktur Lalu Lintas Polda Bali ini menilai hasil penelitian akademisi Universitas Udayana dan Universitas Indonesia sangat penting dalam memperbaiki kinerja kors bhayangkara di Pulau Dewata.

 

"Sangat penting karena seperti yang kita sampaikan tadi, apa yang menjadi harapan masyarakat, itu yang harus kita dapatkan. Kalau kita belum tahu, apa yang menjadi keinginan masyarakat bagaimana karakter masyarakat, seperti tadi ada masukan dari tokoh PHDI tadi, ini kebetulan di Bali mayoritas Hindu, jangan sampai nanti niat dan tujuan kita melaksanakan tugas dengan baik, kita nabrak norma-norma," katanya.

 

Selain itu Sunartha juga memberikan atensi masukan salah seorang peserta soal potensi lolosnya narkotika kedalam rumah tahanan di markas kepolisian. Mantan Kapolresta Denpasar ini menegaskan, akan terus melakukan pembenahan secara internal. Bahkan kasus kaburnya tahanan beberapa waktu lalu menjadi korsern pihaknya untuk menyempurnakan Standar Operational Procedur (SOP) ataupun fasilitas keamanan hingga ketingkat Mapolsek.

 

"Ada masukan terkait penjagaan tahanan. Ini sudah menjadi komitmen, instruksi tegas dari pimpinan kita terkait dengan masalah pengawasan dan penjagaan tahanan, masih ada peredaran narkoba di lapangan, itu akan diberantas dan ditindak tegas oleh pimpinan kita. Dan itu sudah dilakukan langkah-langkah bagaimana bentuk pengawasannya, bagaimana kita tahu apa yang harus dibawa, bagaimana SOPnya oleh anggota kita dilapangan," tegas jenderal bintang satu itu. (HRO/Foto:KBRN)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00