• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

SMP PGRI 2 Denpasar Ketengahkan Bonus Demografi Dalam MPLS

9 July
16:33 2018
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Indonesia diperkirakan mendapatkan bonus demografi mulai tahun 2020 - 2035. Bonus demografi adalah situasi dimana jumlah penduduk usia produktif mendominasi atau dikisaran 70% dari total penduduk di Tanah Air.

 

Dunia pendidikan disebut sebagai fondasi kuat dalam meningkatkan kompetensi dan kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi bonus demografi. Melihat strategisnya posisi sektor pendidikan tersebut menjadi alasan Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI 2 Denpasar menekankan pentingnya persiapan menjelang bonus demografi. Hal itu diselipkan berbarengan dengan proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti 451 siswa.

 

Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Gede Wenten Aryasudha kepada wartawan di sekolah setempat, Senin (9/7/2018) mengatakan, pihaknya juga telah melakukan langkah konkrit untuk menyikapi bonus demografi.

 

"Artinya pendidikan itu membentuk karakter siswa. Karena membentuk karakter dan membentuk budi pekerti siswa inilah yang disebut bonus demografi. Indonesia ini karena anak-anak ini kan masih bisa menerima. Bonus demografi yang lain juga budaya ini. Nah di SMP PGRI 2 ini yang kita tanamkan. Bagaimana membentuk anak menjadi disiplin dengan hadir tetap kemudian ada budaya malunya. Malu terlambat, malu tidak beprestasi," ungkapnya.

 

Wenten mengatakan, untuk mengelola bonus demografi, yang harus ditanamkan adalah kemampuan akademis dan pendidikan karakter. Namun secara komposisi pendidikan karakter harus mengambil porsi lebih ketimbang kemampuan akademik.

 

"Sebetulnya kalau kita cari justru karakter yang lebih tinggi. Karena begini, orang pintar kalau karakternya rendah kan tidak bagus. Orang pintar karakter rendah, hasilnya tidak bagus. Karena itu harus karakter yang tinggi. Tetapi kalau karakter terlalu tinggi, misalnya ya orang jujur bekerja malas, kan tidak menghasilkan apa-apa, tetapi kita dorong orang jujur ini juga tinggi, tetapi kinerjanya juga harus tinggi, itulah keseimbangan antara karakter kinerja dan karakter imtak (iman dan takwa, red) itu," tegasnya.

 

Meski demikian, Wenten memastikan akademik juga tidak bisa dikesampingkan. Guna memaksimalkan potensi akademik siswa, SMP PGRI 2 Denpasar dikatakan akan mengadakan Tes Potensi Akademik (TPA) dan tes IQ pasca proses MPLS. Hasil dari kedua tes itu nantinya akan digabung dan dibandingkan dengan nilai ujian nasional masing-masing siswa. Tidak sebatas untuk pengelompokan kelas, langkah itu juga guna memutuskan proses pembinaan bagi siswa yang bersangkutan.

 

"Nah ini yang nanti tugas daripada guru BK, guru wali kelas nanti membimbing. Itu cara kami memanfaatkan bonus demografi dari siswa ini," tutup Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Gede Wenten Aryasudha. (HRO/Foto:KBRN)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00