• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KAB. CIREBON

Perusahanan Pemasok Material Tanah ke PLTU II Cirebon Masih Tunggak Pajak

12 October
22:03 2017
0 Votes (0)

KBRN,Cirebon: Tiga pemegang Izin Usaha Pertambangan untuk pemasok material tanah ke PLTU II masih menunggak pajak.

Ketiganya adalah CV Landetto Mahagoni, PT Bintang Ilham Mandiri, dan PT Ariska.

Tercatat, hingga Agustus, sisa pajak yang belum dibayarkan Rp 300 juta dari yang seharusnya Rp 700 juta.  

Kepala Bidang Pajak Daerah II Dinas Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon Ernedin mengatakan, pihaknya sudah berupaya agar ketiga perusahaan pemasok material ke PLTU II tersebut memenuhi kewajibannya segera melunasi hingga akhir tahun.

“Kami sudah melakukan penagihan, dan mereka sudah mencicil hingga kini sisanya masih Rp 300 juta dari yang seharusnya Rp 700 juta. Jadi mereka sudah membayar Rp 400 juta,” kata Ernedin, usai rapat audiensi terkait pajak PLTU II bersama Komisi II DPRD dan pihak PLTU II, di kantor DPRD, Selasa (10/10/2017).

Menurut Ernedin, total tanah yang menjadi kuota di PLTU II dari tiga perusahaan ini adalah 2 juta meter kubik.

“Saya harap seluruh pelunasan harus dilakukan akhir tahun ini, sehingga tidak ada tunggakan pajak memasuki 2018,” tegasnya.

Sementara itu, Head of Communicatioan Cirebon Power Yuda Panjaitan mengatakan, ada jenjang yang cukup panjang terkait pekerjaan di PLTU II, yaitu mulai dari kontraktor hingga sub kontraktor. Namun, PLTU II sebetulnya sudah memenuhi kewajiban. Kalaupun ternyata ada tunggakan pajak, maka kewajiban pembayarannya seharusnya dilakukan oleh suplier, dalam hal ini tiga perusahaan pemegang IUP.

“Terkait polemik pajak ini, pihak PLTU II yakin jika kita sudah memenuhi hingga tingkat operasional. Ternyata kan dari hasil audiensi tadi (kemarin), persoalan pajak ada pada suplier,” kata Yuda.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon R Cakra Suseno meminta ketiga perusahaan pemegang IUP ini melunasi pajak dengan batas waktu akhir tahun ini.

“Syukur di bulan ini juga selesai, sehingga kita tidak perlu menunggu sampai akhir tahun,” imbuhnya. (Yulianti)

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00