• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Wagub DKI Jakarta, Menanti Hasil 'Perang' PKS dan Gerindra

22 January
07:20 2020

KBRN, Jakarta : Selamat pagi Indonesia. Menyaksikan drama perebutan jabatan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Partai Gerindra untuk mengisi posisi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, seakan membuktikan pendapat orang bijak bahwa di dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi, melainkan sebuah kesamaan kepentingan.

Kini PKS dan Gerindra bersaing masing-masing memperebutkan posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Padahal dulu mereka satu kongsi dan satu perahu, secara gagah berani berdua mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, melawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan DJarot Saiful Hidayat.

Tapi kini mereka bersaing mendapatkan posisi Wakil Gubernur yang masih kosong sepeninggal Sandiaga Uno yang memilih ikut Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendampingi Calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto kala itu. Dan saat Pilpres 2019 kemarin, PKS dan Gerindra juga satu biduk.

Sebelum Pilpres, PKS sempat diberi kesempatan menentukan siapa sosok Wakil Gubernur untuk Anies Baswedan, namun ternyata berlarut-larut tidak tuntas. Kini keduanya akan bersaing memperebutkan suara para anggota DPRD DKI Jakarta untuk posisi tersebut.

Di atas kertas, sangat mungkin para anggota Dewan di DKI Jakarta memilih Riza Patria. Sebab partai oposisi di DKI Jakarta adalah pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan kini Partai Gerindra pun bagian dari koalisi Presiden, sehingga suara itu berpotensi dimainkan oleh partai oposisi di DKI Jakarta. Seolah pemilihan itu sudah selesai.

Lain halnya bila pemilihan itu diserahkan kepada warga DKI Jakarta. Bisa jadi Calon dari PKS Nurmansyah Lubis akan punya kesempatan lebih besar. Inilah risiko berkongsi dalam politik. Apapun hasilnya, itu adalah pilihan politik. Warga Ibu Kota pun tidak perlu risau dengan hasilnya, sebab semua ada di tangan amggota DPRD DKI Jakarta.

Namun pertanyaan selanjutnya adalah... Apakah kinerja Gubernur DKI Jakarta akan jadi baik bila didampingi Wakil Gubernur, atau justru sebaliknya? Sebab, dengan sendirian memimpin Ibukota, Anies Baswedan adalah raja, termasuk ketika ia berani menentang konsep pemerintah pusat.

Sedangkan bila didampingi Wakil Gubernur, pasti ada agenda partai yang dibawanya. Mari lihat segera setelah ini. Demikian komentar. Selamat pagi.

Oleh : Widhie Kurniawan, Wartawan Senior RRI
Foto/Ilustrasi : Ant/Yulius Satria Wijaya

Tentang Penulis

Miechell Octovy Koagouw

Miechell Octovy Koagouw Editor RRI

00:00:00 / 00:00:00