• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Beda Pendapat Soal Banjir, Stop Berkomentar dan Fokus Bekerja!

3 January
07:35 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Presiden Joko Widodo sudah melakukan hal yang tepat yakni memberikan perintah kepada seluruh jajaran TNI, Polri, SAR dari berbagai wilayah untuk menangani banjir dan korban banjir di Jabodetebek.

Bagaimanapun sampai saat ini, Jakarta khususnya masih wilayah Ibukota Negara, perintah Presiden jauh lebih penting daripada turut memberi pandangan soal normalisasi sungai Ciliwung yang dikaitkan dengan banjir di Jakarta dan Jabodetabek.

Kendati begitu, Presiden Joko Widodo justru terlibat dalam persoalan komentar mengomentari soal banjir Jakarta. Akibatnya, korban banjir belum ditangani optimal, tapi saling mengomentari menjadi jauh lebih semarak.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang mengawali ungkapan soal normalisasi sungai Ciliwung yang belum selesai sampai saat ini pada era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Menteri PUPR mengatakan, areal yang dulu sudah di normalisasi terlihat dari pantauan udara kondisinya lebih baik dibandingkan yang belum dinormalisasi. Ada 33 kilometer yang harus dinormalisasi , tapi sampai sekarang baru 16 kilometer, dan sudah mandek sejak tahun 2017.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri mencoba tidak memberi respon negatif, yang kata publik sebagai sikap menjaga image atau Jaim.

Anies menyebut pihaknya tidak mau menyalahkan siapapun dan fokus melakukan evakuasi korban banjir memberi bantuan pengungsi. Tidak tepat memang jika memberikan penilaian atas kerja orang di saat musibah itu datang.

Tapi rupanya, Anies tidak juga tahan... Anies juga ikut menyebut wilayah Halim Perdanakusuma terkena banjir, sebagai respon ungkapan Presiden Joko Widodo bahwa salah satu penyebab banjir adalah sampah.

"Halim itu setahu saya tidak banyak sampah, tapi bandaranya kemarin tidak bisa berfungsi. Apakah ada sampah di bandara? Rasanya tidak, tapi Bandara Halim kemarin tidak bisa digunakan," kata Anies.

Tidak etis sebenarnya Anies Baswedan menyampaikan hal itu untuk menyindir Presiden. Sebab, bagaimanapun Joko Widodo adalah Presidennya orang Jakarta juga.

Dalam kondisi banjir dan kemungkinan Jakarta akan diguyur hujan lagi dalam beberapa hari kedepan, sepertinya melakukan evakuasi dan menolong korban serta pengungsi menjadi hal yang jauh lebih penting.

Masih ada ribuan orang tidak cukup makan, kedinginan, gelap- gelapan saat malam dan tidak bisa ke MCK karena terendam banjir.

Mari, berhenti saling nyinyir dan fokus bekerja.

Penulis  :  Widhie Kurniawan, Pimred Pusat Pemberitaan 

Tentang Penulis

Mosita Dwi Septiasputri

Mositadwis@gmail.com

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00