• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESRA - SOSBUD

Satu Warga di Kepulauan Aururi Terkena DBD,Status Supiori KLB DBD

27 February
21:07 2020

KBRN,Biak: Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 19 Februari 2020,paska ditemukan satu kasus pasien positif DBD yang dirujuk ke RSUD Supiori.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori Jumali saat dihubungi melalui telpon selulernya,Jumat (27/2/2020) membenarkan pihaknya mendapat informasi dari puskesmas di Kampung Wayori,Sowek Distrik Kepulauan Aururi adanya pasien atas nama Inneke K (13 tahun) yang mengalami gejala panas dingin, mual,demam dan akhirnya harus dirujuk ke RSUD Supiori untuk mendapat perawatan intensif.

“Pasien ini ditangani di Puskesmas di Sowek dengan keluhan mual,panas tinggi dan setelah dicek darah,tidak ada gejala malaria dan akhirnya dirujuk ke RSUD Supiori kemudian diambil tindakan pada hari Kamis lalu (19/2/2020) berupa pengecekan darah lengkap dan terjadi penurunan trombosit dibawah 17,maka pasien mendapat perawatan intensif hingga hari ke tiga dan keempat,”ujar Jumali

“Setelah tindakan pengobatan selama empat hari, pasien di hari kelima sudah dapat dipulangkan ke Sowek,dan selanjutnya Dinas Kesehatan mengambil langkah-langkah yang pertama yaitu PE atau Penyelidikan Epidemilogi yaitu kondisi lingkungan disekitar pasien dan ditemukan data awal bahwa di areal lingkungannya terdapat  penampungan air dan petugas telah mengambil jentik-jentik di lokasi tersebut,”tuturnya

Hasil PE yang dilakukan Dinas Kesehatan selanjutnya disampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan menyampaikan kendala yang dihadapi dalam penanganan kasus DBD.

“Kami di Dinas Kesehatan Supiori butuh bantuan karena Abate  tidak ada dan obat Foggingpun kosong sehingga kami bersurat ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Biak,dan dua petugas KPP Biak melakukan fogging selama dua kali di pagi dan sore hari di areal RSUD Supiori,juga fogging dilakukan di Sowek,bukan hanya jarak 100 meter dari empat penjuru dari rumah pasien,namun fogging untuk satu kampung itu sekaligus memberikan sosialisasi bagi warga setempat,”ungkap Jumali.

Jumali menambahkan,penetapan status DBD karena diakui Supiori masuk dalam kategori daerah endemis DBD sehingga temuan satu kasus maka ditetapkan KLB.

Warga masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing sebagai upaya  pencegahan  penyakit DBD dan pengasapan atau fogging bukan sebagai pemecahan penanggulangan penyakit DBD.

“Kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih dan sehat sangat penting sebagai pencegahan penyakit DBD,”pungkasnya

00:00:00 / 00:00:00