• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

14 Mahasiswa Supiori di China telah dipulangkan dan dalam Pengawasan

13 February
20:48 2020

KBRN,Biak: Sebanyak 14 mahasiswa kedokteran yang tengah mengenyam pendidikan tinggi di Inner Mongolia, China telah dipulangkan ke Kabupaten Supiori,Provinsi Papua pada Rabu, 12 Februari 2020

Proses pemulangan mahasiswa tersebut menurut Direktur RSUD Supiori dr Jenggo Suwarko yang juga selaku Ketua Tim Evakuasi Pemulangan Mahasiswa Supiori  telah sesui SOP yang berlaku secara internasional hingga tiba di bandara Frans Kaisiepo Biak.

“Selaku Ketua Tim Evakuasi Pemulangan Mahasiswa Supiori dan didampingi Sekretaris yaitu Kepala Dinas Penddikan Supiori  berangkat ke Jakarta untuk menjemput adik-adik mahasiswa dan awalnya kami mengira proses pemulangan seprti biasa saat menjempuat pulang penumpang,ternyata semua melewati SOP yang ada dan ini menjadi prioritas,”ujar dr Jenggo Suwarko di Biak,Kamis (13/2/2020)

“Ternyata di Jakarta telah ada koordinasi tingkat nasional muali dari KSP,KBRI,Kemenlu,KKP, TNI Polri,Imigrasia,Bea Cukai hingga intelegen yang ada sangat terkoordinasi dengan baik sehingga yang dinamakan negara hadir untuk rakyat,sangat kami rasakan saat itu,”tuturnya.

“Selanjutnya kami terus melakukan pemantauan kondisi 14 mahasiswa dan telah memberikan edukasi kepada keluarga untuk turut melakukan pengawasan,selain itu juga kami telah berkoordinasi dengan Tm Pencegahan dan Penaggulangan Virus Corona di Kabupaten Biak Numfor

Dirinya juga memberi apresiasi dengan koordinasi yang cepat dan tanggap dari Tim penaggulangan dan pencegahan  suscpect corona virus di Kabupaten Biak Numfor.

Sementara itu Kadis Pendidikan Supiori Rafles Ngilamele menyebutkan 14 mahasiswa kedokteran asal Supiori ini sejak tahun 2017 melanjutkan pendidikan di China. Adanya isu virus Corona atau Covid19 maka Bupati Supiori membentuk tim evakuasi untuk memulangkan para mahasiswa tersebut dan tetap melakukan pengawasan kesehatan para mahasiswa dan hal tersebut mendapat respon positif.

“Kepulangan mahasiwa kedokteran di kampus di  Inner Bongolia yang berlokasi jauh dari  Wuhan China,dan di bulan Februari hingga April 2020 kampus libur kuliah sendangkan makanan terbatas akibat akses di kampus yang dibatasi,turut  berdampak pada minimnya persediaan makanan sehingga kami sepakat untuk memulangkan dulu para mahasiswa kembali ke daerah asal,”ujar Rafles Ngilamele.

“Pemeriksaan yang diikuti mahasiswa berupa screening dimulai dari kampus,di bandara ,di Beijing,di hotel,hingga ke Jakarta dan saat tiba Biak,dan hasilnya semua negative meski demikian ttim  tetap saling berkoomunikasi,”tuturnya

Semua pihak menyikapi adanya kasus Covid 19 asal China dengan tidak mempercayai informasi hoax dan lebih mengedepankan pola hidup bersih dan sehat di setiap saat sebagai upaya pencegahan yang sangat mudah

00:00:00 / 00:00:00