• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

IPTEK - GAYA HIDUP

Komitmen Terapkan SMAP SNI ISO 37001:2016,SKP Kelas I Biak Gelar Public Hearing

21 November
16:21 2019
0 Votes (0)

KBRN,Biak: Kantor Stasiun Karantina Kelas I Biak menggelar public hearing Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016,Sosialisasi Standart Pelayanan Publik (SPP) dan Sosialisasi African Swine Fever (ASF),berlangsung di  Gedung New 99 Samofa Biak,Kamis (21/11/2019).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Kepala Balai Stasiun Karantina Kelas I Jayapura, drh.Muhlis Natsir,M.Kes,selaku POPT Penyelia dan Pj Wilayah Kerja Karantina Pelayanan Frans Kaisiepo Biak Syamsul Alam,S.Sos dan pemateri ketiga  Kabid Pembangunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor,Rahmatullah,S.Sos.

“Public hearing yang dilakukan merupakan wujud komitmen kami untuk  memberikan pelayanan yang terbaik dengan menerapkan SMAP SNI ISO 37001,selain itu juga memberikan sosialisasi terkait Standart Pelayanan Publik (SPP) dari kami,dan  Sosialisasi African Swine Fever (ASF),”ujar Kepala SPK Kelas I Biak,drh.Ubaidillah

Sementara itu Kepala Balai Karantina Kelas I Jayapura,drh.Muhlis Natsir dalam materinya menyebutkan SMAP sangat penting diterapkan oleh jajaran Balai Karantina maupun Kantor Stasiun Karantina serta stakeholder lainnya sehingga tidak memiliki celah melakukan korupsi.

“SKP Kelas I Biak telah menjalankan SMAP ini selama dua tahun dengan baik dan tentunya sesuai dengan komitmen serta bagaimana menyelenggarakan  pelayanan publik di seluruh wilayah kerja di Baik dapat berjalan dengan baik, maka harapan  kita bersama,mari kita jaga komitmen ini dengan tidak menggoda petugas Karantina Pertanian baik di pelabuhan maupun bandara,untuk terus melakukan komitmen tersebut dengan tidak melakukan penyuapan,”ujar Kepala Balai Kantrian PeratnianKelas I Jayapaura,drh.Muhlis Natsir

“Paling tidak dengan adanya SMAP ini akan menekan praktek-praktek atau adanya kecurangan tekait dnegan Korupsi ,Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan khususnya bagaimana menjaga integritas terhadap anti suap,anti pungli,anti grativikasi dan lainnya,ini tentu ini perlu dukunganm baik para stakeholder terutama  mitra kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Biak,”tuturnya.

Hingga saat ini SNI ISO 37001:2016 tentang SMAP telah diterapkan di empat UPT Karantina Pertanian di Papua yaitu di Jayapura, Biak,Merauke dan Timika.

Sementara terkait  sosialisasi African Swine Fever (ASF),menurut drh Muhlis Natsir dalam pemaparan menyebutkan,saat ini terdapat 22 negara yang terkena dampak ASF,sedangkan Indonesia juga cukup rawan dan terancam dengan adanya negara yang berbatasan langsung dan  telah terkena dampak ASF seperti Timor Leste dan Filipina.

“Penyebaran virus ASF sudah berada di  tiga benua yaitu Asia, Eropa dan Africa dan Indoneisa tetap waspada  kemungkinan masuknya ASF tersebut,meskipun ASF ini tidak zoonosis atau tidak menular langsung ke manusia,tapi tetap mewaspadainya terlebih Indonesia sebagai pengekspor daging babi,tentu berdampak luas diantaranya resiko hilangnya sumber penghidupan tambahan bagi masyarakat kecil sebagai peternak babi jika terkena virus ASF,juga dampak lain peningkatan biaya untuk upacara sosial,adat dan keagamaan,selain itu juga potensi menyumpang inflasi rendah, ”tuturnya

“Pentingnya  koordinasi Pemerintah serta instansi terkait mulai dari Bea Cukai,Otoritas Bandara dan Pelabuhan, Imigrasi, Pelindo, Angkasa Pura,juga pihak  TNI Polri, dengan sosialisasi kewaspadaan ASF, pemeriksaan sample,dan upaya lainnya,”kata drh.Muhlis Natsir

Public Hearing yang digelar SKP Kelas I Biak,diikuti kurang lebih 50 peserta dan diakhiri dengan penandatanganan Fakta Integritas Anti Penyuapan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00