• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

Transit di Biak,Seratusan Pengungsi dari Wamena diinakan di Mess Paskhas

1 October
22:13 2019
1 Votes (5)

KBRBN,Biak: Kerusuhan yang terjadi di Wamena,Kabupaten Jayawijaya yang terjadi beberapa waktu lalu hingga saat ini menyisakan luka dan trauma bagi warga masyarakat Wamena khususnya warga yang berasal dari luar Wamena.

Warga yang berasal dari luar Papua,diterbangkan dari Wamena ke Jayapura menggunakan Hercules milik TNI AU dan selanjutnya akan kembali kampung halamannya,di jawa maupun di Sulwesi Selatan.

Tepat pukul 17.45 WIT pesawat C 130 Hercules A-1305 milik SkadronUdara 32 Lanud Abdul Saleh yang membawa 179 orang pengungsi,mendarat di LanudManuhua, Biak dan disambut langsung oleh Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara III Marsda TNI Andyawan Martono P, S.I.P. beserta Ketua PIA AG D.III Koopsau III Ny. Prashinta Andyawan.,dan didampingi Danrem 173/PVB,Danlanud Manuhau Biak,jajaran TNI Polri,Kepala Dians Lingkungan Hidup,Ketua MUI  Biak Numfor,Ketua KKSS dan Ketua PW Jatim.

“Warga ini akan transit dan bermalam di Mess Batalyon 468 Paskhas, dan direncanakan besok (2/10/219) akan langsung diterbangkan ke Makassar dan Malang Jawa Timur untuk berkumpul kembali bersama keluarganya dan kami TNI AU dalam hal ini Koopsau III secara optimal mendukung dan memfasilitasi warga masyarakat Wamena yang ingin mengungsi dari Wamena dengan mendatangkan dukungan pesawat TNI AU dan itu semua secara gratis tanpa dipungut biay.”ujar Pangkoopsau III kepada awak media

“Sebagai wujug pengabdian kepada masyarakat sebagaimana tertanam dalam diri setiap Prajurit bahwa seorang tentara itu senantiasa mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya dan ini juga sesuai dengan ciri dari TNI AU yakni cepat tanggap dalam merespon setiap kejadian di negeri ini seperti halnya mengevakuasi saudara-saudara kita untuk keluar dari Wamena,”tuturnya.

Sementara itu salah satu warga Wamena,Jumriah (27 tahun)  salah satu pengungsi yang akan pulang ke Enrekang Sulawesi Selatan masih menyimpan harapan untuk segera pulih situasi di Wamena yang juga menjadi tempat kelahirannya itu.

“Wamena adalah tempat lahir saya yang saya cintai meski orang tua saya berasal dari Enrekang Sulawesi Selatan,saya berharap apa yang terjadi di Wamena akan segera berakhir dan saya akan kembali ke Wamena karena saya bertugas di RSUD Wamena,”ujar Jumriah yang mengungsi bersama dua anaknya berusia 1 tahun dan 5 tahun.

“Saya sedih karena sejak saya lahir kami selalu  hidup rukun,guyub selalu bersama warga setempat yang juga layaknya saudara kami sendiri karena selalu bersama,bermain dan tumbuh menjadi dewasa bersama tanpa memandang adanya perebdaan,namun saya sedih dengan apa yang terjadi beberapa waktu lalu,”ungkapnya.

Ketua MUI Biak Numfir,Kamarudin dan didampingi Ketua KKSS Biak Numfor H.Abdul Rahman turut melihat langsung warga yang ditempatkan di mess Paskhas tersebut,sebagian warag  Wamena itu berasal dari Sulawesi Selatan.

“Kami sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Wamena dan menimpa saudara-saudara di sana, dan upaya yang kami lakukan dengan pemberian bantuan baik pakaian layak pakai, makanan,susu bayi  hingga kebutuhan wanita yang dapat dimanfaatkan selama transit dan bermalam di Biak,”kata H.Abdul Rahman.

“Mewakili Pengurus KKSS kami juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua warga dari berbagai pilar yang turut berpartisipasi memberikan bantuan kepada sauadara kita dari Wamena,”ujarnya.

Sedangkan Ketua MUI Biak Numfor,Kamarudin menyatakan rasa prihatin akan adanya bencana kemanusiaan yang terjadi di Wamena dan berharap ini menjadi pelajaran yang berharga agar tidak terulang kembali.

“Bencana kemanusiaan ini bencana yang dahsyat,kita berharap persoalan ini dapat diselesaikan sampai ke akar-akarnya,cukuplah di  Wamena,Jawaijaya yang menjadi  bencana kemanusiaan dan jangan lagi ada konflik berdarah karena sebagai satu bangsa kita sangat sedih dengan apa yang telah terjadi,”kata Kamaruddin.

“Kita doakan saudara-saudara kita yang akan melakukan perjalanannya ke Makassar maupun  Malang dapat berjalan lancar hingga berjumpa keluarga dan kami sangat berterimakasih kepada pihak TNI juga Kepolisian dan Pemda sert warga paguyuban yang telah bersinergi dalam menyiapkan kedatangan dari para pengungsi ini di Biak,”tuturnya.

Pantauan di tempat pengungsian di Yonko Paskhas,petugas medis dar Lanud Manuhau Biak dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Biak memeriksa para pengungsi khususnya bayi,balita dan ibu hamil.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00