• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

IPTEK - GAYA HIDUP

Kanwil DJP Papua dan Maluku Gandeng LLDIKTI Wilayah XIV dan Perguruan Tinggi di Papua dan Maluku

11 July
21:12 2019
1 Votes (5)

KBRN,Biak: Kanwil DJP Papua dan Maluku melakukan empat perjanjian kerjasama (PKS) di dunia pendidikan dalam rangkaian kegiatan Hari Pajak 2019 di area timur Indonesia.

Perjanjian Kerjasama tersebut telah direalisasikan penandatanganannya di pekan ini yaitu perjanjian kerjasama dengan Tax Center Universitas Kristen Maluku di Ambon, Maluku dan STIE Jambatan Bulan di Timika, Papua pada Rabu (10/07/2019).

Sementara perjanjian kerjasama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Provinsi Papua dan Papua Barat, serta perjanjian kerjasama dengan Tax Center Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Biak, berlangsung di kantor LLDikti Jalan Achmad Yani Biak,Kamis, (11/7/2019).

Penandatanganan kerjasama tersebut 
dilakukan Plt. Kakanwil DJP Papua Maluku, 
Muh. Ismiransyah M Zain didampingi Normadin Budiman Salim selaku kepala Bidang P2humas Kanwil  dan Kepala KPP Pratama Biak Kadek Satria Wibawa, Sekretaris LLDIKTI XIV Papua-Papua Barat,Agung Nugroho Marey dan Kasim Abdul Hamid selaku Ketua STIH Biak didampingi Kepala Unit Penjaminan Mutu STIH Biak,Dr.Muslim Lobubun

Sedangkan perjanjian kerjasama dalam proses dan segera menyusul penandatanganannya adalah perjanjian kerjasama dengan Tax Center STIE Port Numbay di Jayapura, Papua dan Universitas Papua di Manokwari, Papua Barat.

"Tujuan diadakannya penandatanganan perjanjian kerjasama di dunia pendidikan ini adalah untuk menyamakan langkah dalam meningkatkan pemahaman dan membentuk nilai sadar pajak dalam perkuliahan sehingga dapat terwujud generasi emas Indonesia yang cerdas dan sdar Pajak,"ujar Muh.Ismiransyah M Zain.

 "Ini menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menjaga dan merawat Republik kita tercinta,salah satunya melalui kegiatan Inklusi Kesadaran Pajak dalam sistem pendidikan nasional, sehingga di 
masa mendatang diharapkan akan berkontribusi mewujudkan generasi bangsa yang mempunyai karakter cinta tanah air dan bela negara, menjadikan kesadaran pajak sebagai salah satu nilai budaya bangsa yang terus ditanamkan dari generasi ke generasi,"tuturnya.

"Kita ketahui bersama bahwa denyut nadi pembangunan di Indonesia bersumber dari 
APBN yang sebagian besar,sekitar 85% ditopang dari penerimaan perpajakan,namun berdasarkan data menunjukkan  tingkat kepatuhan perpajakan (formal dan material) yang masih rendah,masih banyaknya potensi ekonomi nasional yang belum tergali,dan masyarakat belum memandang pajak sebagai bentuk gotong-royong untuk membangun negeri,"ungkapnya.

"Fakta-fakta di atas menunjukkan masih rendahnya kesadaran pajak di kalangan masyarakat khususnya yang telah menjadi wajib pajak,maka untuk membangun masa depan perpajakan Indonesia perlu dipersiapkan generasi bangsa yang sudah memiliki kesadaran pajak. Budaya sadar pajak harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan agar kesadaran pajak menjadi salah satu karakter generasi bangsa yang cinta tanah air dan bela negara melalui kesadaran melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan,"ujar Muh Ismiransyah.

Direktorat Jenderal Pajak telah menyiapkan program edukasi nilai-nilai kesadaran pajak kepada generasi muda melalui pendidikan dan program ini disebut dengan Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan,berupa sosialisasi dan bimbingan teknis perpajakan, program Relawan Pajak, dan Sosialisasi Inklusi Kesadaran Pajak melalui Kegiatan Bela Negara.

"Semoga dengan serangkaian kegiatan perjanjian Kerjasama di suasana Hari Pajak 2019 ini,dapat lebih memantapkan pencapaian target penerimaan pajak dan meningkatkan sinergiantar instansi khususnya dunia pendidikan guna mewujudkan masyarakat yang taat pajak,"pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00