• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

EDITORIAL

Supir Truck dan Angkot di Biak Keluhkan Pembatsan Pembelian BBM Subsidi

26 November
08:09 2018
0 Votes (0)

KBRN,Biak: Warga Biak hampir setiap hari melihat antrian truck dan angkutan umum yang mangkal sejak pukul 3 sore dan menginap untuk mendapatkan BBM  bersubsidi di SPBU Tarigan yang berada di Jalan Sisingamangaraja Distrik Baik Kota,Kabupaten Biak Numfor.

Setiap kendaraan hanya mendapat jatah 50 hingga 70 liter dari SPBU Tarigan yang satu-satunya SPBU menyediakan BBM jenis Premium dan Solar.

Kondisi yang telah berlangsung lebih dari sebulan ini ,membuat para supir truck dan angkutan kota gerah dan menilai belum ada perhatian  dari  pemda maupun  pihak terkait.

Para supir sempat memarkirkan kendaraannya di depan pintu masuk SPBU sehingga kendaraan yang akan mengisi BBM harus melewati jalur keluar,namun anggota Polres Biak Numfor yang berada di lokasi tersebut meminta para supir tidak menutup jalan masuk SPBU karena mengganggu kelancaran kendaraan dan  mobilitas saat pengisian BBM  serta dapat menimbulkan kemacetan di jalan Sisingamangaraja Biak. 

“Kami bertahan dengan selalu mengantri mulai sore hari untuk mendapat jatah pengisian BBM saat kesesokan harinya,dan jatah pengisian hanya empat kali seminggu yaitu setiap hari senin,selasa,jumat dan sabtu,”ungkap Sukran,salah satu supir yang ditemui RRI,Senin(26/11/2081) pagi.

“Jumlah truck,bus bisa sampai seratus menjelang pagi hari,karena bukan hanya dari Biak namun juga angkutan yang beroperasi antara Biak dan Kabupaten Supiori, sehingga ini sangat menyulitkan kami apalagi dengan pembatasan BBM bersubsidi hanya 70 bahkan mulai hari ini menjadi 50 liter saja setiap kendaraan,”tuturnya.

Selanjutnya para supir berencana akan meminta kejelasan  kondisi yang dialami tersebut ke DPRD Biak Numfor pada hari ini,Senin (26/11/2018),namum rencana tersebut ditunda beberapa hari ke depan.

“Kami dari  Persatuan supir-supir truck,taksi dan  bus di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori meminta Pemerintah untuk  menambah jatah solar subsidi dari 5000 liter ke 10.000 liter,kami juga meminta Pertamina menjelaskan  mengapa stock solar subsidi dibatasi dan yang terakhir kami meminta kepada pemilik SPBU di Biak untuk dapat melayani solar subsidi,karena dari dua SPBU di Kabupaten Biak Numfor hanya satu yang menjual BBM bersubsidi,”kata Sukran.

Para supir berharap aspirasi yang dalam waktu dekat disampaikan ke DPRD Biak Numfor,nantinya memberikan solusi terbaik akan kebutuhan BBM bersubsidi bagi supir truck dan angkot di Biak dan Supiori(OP)

 

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00