• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Pendapatan Retribusi Kendaraan DI Pasar Darfuar Biak Menurun Drastis

7 August
15:41 2018
1 Votes (2)

KBRN, Biak : Pendapatan retribusi kendaraan roda dua dan empat di Pasar Sentral Faidoma Darfuar  Kabupaten Biak Numfor tahun ini,  mengalami penurunan cukub siknifikan dibanding tahun sebelumnya, lantaran masyarakat pengguna kendaraan yang melakukan aktifitas jual beli di pasar  belum melaksanakan kewajiban membayar retribusi.    

Koordinator penagi retribusi kendaraan, Seblon Sroyer kepada RRI mengatakan, pendapatan retribusi kendaraan di pasar darfuar  tahun ini,  hanya berkisar dua ratus hingga tiga ratus ribuh rupiah, berbeda tahun sebelumnya mencapai tiga ratus hingga lima ratus ribuh rupiah perhari.    

Dikatakan, aktifitas jual beli di pasar darfuar  setiap hari mengalami peningkatan, terutama dihari sabtu dan minggu, namun belum memberi dampak positif, terhadap peningkatan pendapatan retribusi kendaraan.       

Kondisi tersebut,  telah disampaikan ke pemerintah daerah, melalui kepala pasar guna perbaikan sarana prasarana pendukung pasar dan penataan manajemen penagihan retribusi kendaraan, namun kuran mendapat respon yang baik dari  pemerintah.

“ Memang tahun ini pendapatan retribusi kendaraan sangat menurun sekali, karena masyarakat belum sadar untuk membayar retribusi, kami juga tidak memaksa masyarakat untuk membayar retribusi karena kondisi pasar masi carut marut,” Pungkas Koordinator penagi retribusi kendaraan , Seblon Sroyer.

Ditambahakan, kedepan pasar sentral faidoma darfuar  yang diapit dua kabupaten, Biak Numfor dan Supiori ditata secara baik, termasuk fasilitas pendukung seperti angkutan penumpang, justru aktifitas jual belih di pasar meningkat.  

Seblon Sroyer atas nama petugas penagi retribusi di Pasar  berharap,  kedepan pemerintah daerah memperbaiki  sarana prasarana pendunkung  pasar darfuar, sehingga mendatangkan inkam bagi  pendapatan asli daerah.(RN).        

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00