• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Seabad Lebih Lelang Di Indonesia,Pelayanan Lelang Belum Populer Di Masyarakat

28 February
17:59 2018
1 Votes (1)

KBRN,Biak: Kepala Kantor Wilayah Direktorat  Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Papua,Papua Barat dan Maluku, AY.Dhaniarto, membuka secara resmi kegiatan sosialisasi dan apresiasi pengelolaan kekayaan negara dan lelang,wilayah kerja KPKNL Biak, di gedung GKN Biak, Kabupaten Biak Numfor,Rabu (28/2/2018).

Bertepatan  momen 110 tahun lelang Indonesia, menurut AY.Dhaniarto,lelang masih minim promosi dan tidak dikenal luas oleh masyarakat sehingga perlu gencar dilakukan sosialisasi.

“Lelang ada di Indonesia telah berusia 110 tahun dan momentum ini dirayakan di seluruh kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang, dan kita bahagia karena terus berkembang. Meski kita akui  lelang belum memasyarakat,tidak populer dan masih kalah dengan jual beli konvensional dan lebih dikenal di jalur penegakan hukum,sehingga tugas kita untuk gencar melakukan sosialisasi,”kata AY.Dhaniarto di Biak.

Sementara terkait pengelolaan kekayaan negara berupa penatausahaan barang milik negara (BMN) menurut AY.Dhaniarto untuk wilayah Papua,Papua Barat dan Maluku mencapai 55 triliun.

Data kami untuk asset negara mencapai kurang lebih ada 55 triliun.sedangkan khusus di wilayah Biak ,berjumlah 8 triliun dan paling dominan adalah TNI.Kami harap dengan adanya revaluasi ini akan ada peningkatan nilai asset yang signifikan,”ujar AY.Dhaniarto.

Acara sosialisasi dan apresiasi pengelolaan kekayaan negara dan lelang di wilayah KPKNL , ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah stakeholder yang dinilai berprestasi sepanjang tahun 2017 dan masuk dalam berbagai kategori diantaranya kategori mitra Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) diraih Lanud Manuhua Biak, sedangkan  kategori mitra penilaian dan pelelangan BMD terbaik 2017 diraih Pemda Kepulauan Yapen yang diterima Bupati Kepulauan Yapen,Tonny Tesar.(OP)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00