• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Stok Daging Sapi Di Biak,Kosong

28 December
14:52 2017
0 Votes (0)

KBRN,Okky: Persediaan daging sapi di Kabupaten  Biak Numfor,Papua saat ini kosong,sedangkan harga sejumlah bahan pokok merangkak naik.

Berdasarkan pantauan RRI, para pedagang di pasar Darfuar,pasar Inpres serta sejumlah toko dan pemasok sembako mengakui kosongnya persediaan daging sapi sejak Natal 25 Desember.

Salah satu pedagang sembako di Biak, Muhammad Yoni mengatakan sejak sepekan daging sapi mengalami kekosongan,sedangkan harga komoditi di pasaran naik signifikan.

“Permintaan daging sapi masih ada tapi sudah kosong,sedangkan harga telur naik dari Rp55.000  menjadi Rp70.000 per rak (30 butir), cabai kecil dan besar naik dari harga Rp40.0000 kini Rp50.000, khusus beras dengan berbagai jenis, naik berkisar Rp5000 hingga Rp15.000 per kilogram,seperti beras Betet harga Rp130.00 per karung 10 Kilogram menjadi Rp140.000-Rp45.00,”ujar Muhammad Yoni di Biak,Kamis (28/12/2017).

“Untuk komoditi pangan lainnya tidak mengalami kenaikan yaitu bawang merah,bawang putih minyak goreng, sedangkan daging ayam harga per kilogram mencapai Rp28.500-Rp30.000,”tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor,Widirto mengakui adanya peningkatan harga sembako jelang Natal dan Tahun Baru, kondisi tersebut karena meningkatnya permintaan kebutuhan serta bahan pokok dari luar Papua telah mengalami kenaikan harga dari daerah asal.

“Komoditi tersebut sebagian besar didatangkan dari luar Papua,seperti Makassar,Menado, Surabaya dan komoditi ini tidak hanya melayani kebutuhan di Kabupaten Biak Numfor saja namun juga di Kabupaten Supiori, dan tahun ini cukup meningkat permintaan sehingga daging sapi mengalami kekosongan stock,”kata Widirato.

“Kami pastikan semua akan kembali tersedia di pasaran dengan masuknya kapal yang membawa daging sapi sebanyak 5 ton pada tanggal 30 Desember 2017,kemudian pada tanggal 2 Januari 2018 sebanyak 1 ton daging sapi serta 700 rak telur ayam,”ungkapnya.

Disperindag tetap melakukan pemantauan dengan turun ke lapangan bersama tim satgas pangan mengantisipasi keksongan sembako atau adanya spekulan(OP)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00