• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

EDITORIAL

Kunjungi Biak, Kak Seto himbau orang tua Stop lakukan kekerasan terhadap anak

23 December
19:12 2016
0 Votes (0)

KBRN, Biak: Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, yang menargetkan Indonesia Layak Anak tahun 2030, saat ini gencar  melakukan sosialisasi dengan  mengunjungi sejumlah daerah di Indonesia,termasuk di  Kabupaten Biak  Numfor ,Papua,  Jumat (23/12/2016).

Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementrian PP- PA, Lenny N.Rosalin mengatakan , lawatan  daerah  yang dilakukan , bukan hanya sebatas mengunjungi, namun mendorong  upaya dari setiap Pemerintah Daerah  dan Kota , untuk mewujudkan Kabupaten atau kota Layak Anak, dan ini dilakukan secara  secara berkelanjutan.

“ Kabupaten Biak Numfor, bulan Agustus , Ibu Menteri Yohana Yembise hadir melaunching Biak sebagai Kabupaten menuju layak Anak ,dan ini akan terus berkelanjutan ,bagaimana untuk mewujudkannya, dengan memenuhi 31 indikator sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak,” kata Lenny N.Rosalin.

Sementara ,Psikolog Anak, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, usai memberikan materi dengan cara bermain dan bernyanyi,di depan dua ratusan anak,dari usia PAUD hingga SMP, mengatakan, kunjungan perdana di Biak, sangat direspon positif dengan antusiasnya anak-anak.

Menurut Kak Seto, tidak lagi jamannya, orang tua melakukan kekerasan terhadap anak, namun memberikan hak anak,dengan mengembangkan bakat dan kecerdasan anak pada masa pertumbuhannya.  Sedangkan Pemda dan elemen masyarakat lainnya harus komitmen mewujudkan Kabupaten  layak anak .

“Pertumbuhan anak, harus diperhatikan dengan baik oleh orang tua, dengan jiwa dan perilaku sehat, dan stop adanya kekerasan terhadap anak,” Ujar Kak Seto,

Acara  dengan tajuk  generAKSICERDASIndonesia tersebut, diakhiri dengan penyerahan secara simbolis, piagam kepada Kementrian PP-AP,kepada  Kak Seto dan juga bantuan 1500 pasang sepatu kepada anak-anak di Biak,oleh  Diah Suran.mewakili Management  PT.Astra Internasional Tbk.(OP)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00