• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Hindari Bencana Banjir, Pembuang Sampah ke Sungai Agar Ditindak Tegas

27 January
19:10 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Pasca bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Selumabaru-baru ini, perilaku masyarakat membuang sampah di jembatan Sungai Sindur diduga masih saja terjadi.Bahkan perilaku tersebut, sudah diunggah diberbagai akun media sosial.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief ketika menyikapi kondisi demikian mengungkapkan, perilaku semestinya bisa ditindak tegas,sebab membuang sampah sembarangan akan berdampak pada lingkungan hidup dan membahayakan masyarakat itu sendiri.

"Perilaku membuang sampah sembarangan yang dilakukan oknum tertentu di Jembatan Sungai Sindur Seluma ini harus ditindak tegas, dan diberi peringatan agar tidak lagi membuang sampah sembarangan," ungkap Riri Damayanti kepada media, pada Senin (27/1/2020).

Selain itu Riri meminta kepada pemerintah untuk membuat gerakan kebersihan, hijrah dari sampah, agar Bengkulu bisa bergerak menuju provinsi bersih di seluruh Indonesia.

"Kita harus menggalakkan kebersihan lewat sebuah gerakan bersama, agar Bengkulu bersih dari sampah, yang saat ini masih dianggap kerap menimbulkan banjir, penyakit, dan sebagainya," imbuh Senator Bengkulu ini.

Lebih lanjut Senator muda ini jugamenjelaskan, pandangan akan sampah harus dirubah. Apalagi sampah dapat menjadi pundi rupiah, jika benar dikelola dengan baik dan benar.

Untuk itu, diharapkan Pemerintah Daerah melalui dinas teknis ataupun pihak yang ingin berkontribusi membuat pelatihan khusus terhadap pengeloan sampah. Dengan begitu, menurut perempuan yang mendapat gelar Putri Dayang Negeri oleh masyarakat Adat Tapus Lebong ini, persoalan sampah yang rumit sedikit demi sedikit akan terselesaikan,serta cita-cita membangun Provinsi sehat dapat terwujudkan.

"Bengkulu sehat adalah impian kita bersama, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat adalah langkahnya untuk menjadikan Bengkulu terbersih di seluruh Indonesia," demikian Riri Damayanti.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00