• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Geram Maraknya Kasus Kekerasan Seksual, WCC Bengkulu Desak Hukum Sosial Dihidupkan

25 January
21:21 2020
1 Votes (1)

KBRN, Bengkulu : Maraknya kasus kekerasan seksual, termasuk incest yang dialami perempuan (anak maupun remaja) dalam 4 bulan terakhir ini, membuat pihak Cahaya Perempuan WCC selaku lembaga yang memberikan layanan untuk perempuan korban kekerasan, geram, terutama membaca relasi kuasa pelaku dan korban yang timpang.

Hal itu juga diperkuat dengan budaya patriarki yang melekat di pelaku, sehingga mereka (pelaku) mempelajari dan memilih perempuan yang masih berusia anak dan remaja untuk diperdayai.

Pernyataan itu diungkapkan Direktur Eksekutif Cahaya Perempuan WCC Tini Rahayu, kepada sejumlah wartawan di Bengkulu.

Di sisi lain, dikatakan, penegakan hukum yang normatif,seolah terlihat lamban dalam penyelesaian kasusnya.

“Dirasa penting menghidupkan kembali hukum social untuk pelaku dengan harapan menimbulkan efek jera yang luar biasa, sehingga di kemudian tidak ada lagi orang yang meniatkan dirinya menjadi pelaku kekerasan seksual,hanya karena tidak mampu mengelola dorongan seksual yang ada dalam dirinya,”kata Tini.

Lanjutnya, tidak kalah pentingnya jugaperlu segera Pemerintah, pemangku agama, adatdan stakeholder terkait, termasuk kelompok anak serta remaja, mengenalkan dan memberikan pendidikan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR)pada semua umur,terutama anak dan remaja. Dengan harapan mereka mampu mengenali dan membaca situasi yang mungkin membahayakannya.

Sederhananya mereka mengenali dan menjaga organ mereka dari pihak diluar diri mereka, termasuk mengambil tindakan tegas atas perlakuan yang tidak ia inginkan tersebut. Dengan begitu semua kita bisa terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan awal atas terjadinya kasus kekerasan seksual di sekitar kita,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00