• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kanopi Desak BKSDA Bengkulu Ungkap dan Usut Kematian 28 ekor Penyu

25 January
21:20 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Kematian spesies dilindungi penyu yang beruntun terus terjadi di pantai Bengkulu.

Hingga 18 Januari 2020lalu, mencatat sebanyak 28 ekor penmyu ditemukan terdampar di kawasan pesisir pantai.

Dari catatan Kanopi Hijau Indonesia (Kanopi Bengkulu), pertama terekam pada 10 November 2019, dua penyu mati ditemukan dalam radius 50 meter dari saluran air bahangPLTU Bengkulu, dan hingga 18 Januari 2020 lalu jumlah kematian mencapai 28 ekor.

Anehnya, sebelum PLTU batu bara melakukan dua kali uji coba pertama 19sampai 26 September 2019 dan pada 8sampai 15 Oktober 2019lalu, puluhan bangkai penyu terdampar di sekitar Pantai Teluk Sepang.

Lalu pada tahap uji cobajuga ditemukan buih berwarna kecoklatan dan berbau menyengat yang keluar dari saluran pembuanganair bahang PLTU.

Juru kampanye Kanopi Hijau Indonesia Olan Sahayumenyatakan, setelah uji coba, bangkai penyu mulai terdampar di Pantai Teluk Sepang, diawali penemuan dua ekor bangkai penyu pada 10 November 2019 oleh warga setempat.

Mirismemang, hingga kasus kematian penyu ke-28 yang terjadi tiga bulan sejak kematian penyu pertama kali ditemukan, belum ada pihak yang mampu mengungkap penyebab kematian satwa dilindungitersebut,” katanya, Sabtu, (25/1/2020).

Sementara dari pertemuan yang pernah diinisiasi oleh BKSDA, menyebutkan akan membentuk tim investigasi setelah hasil uji laboratorium keluar namun, hingga kini hasil uji laboratorium belum keluar.

Dalam pertemuan tersebut juga terungkap dari pernyataan Zainubi selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran yang menyatakan, pembuangan limbah PLTU belum memiliki izin, karena belum beroperasi.

Izin diurus setelah 3 bulan PLTU operasi uji coba. Jika selama 3 bulan tidak melebihi baku mutu, maka izin pembuangan limbah akan diterbitkan,” katanya mengutip pernyataan Zainubi.

Lebih lanjut dijelaskan, tindakan PLTU batu bara diduga melanggar Peraturan Permen LH No 8 Tahun 2009, Kepmen LH No 51 Tahun 2004 dan Permen LH No 12 Tahun 2006 tentang persyaratan dan tata cara perizinan pembuangan air limbah ke laut.

Dalam peraturan itu tidak ada memuat tentang percobaan buang limbah air bahang ke laut, untuk mengetahui terlampaui atau tidaknya baku mutunya.

Oleh karena itu atas nama Kanopi, pihaknya mendesak BKSDA mengungkap dan mengusut kematian 28 ekor penyu di Pantai Bengkulu.

Kemudian mendesak Gubernur Bengkulu mencabut izin lingkungan PLTU batu bara Teluk Sepang

“Lalu juga mendesak kepolisian memproses pelanggaran hukum atas pembuangan limbah cair PLTU batu bara Teluk Sepang,” tukasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00