• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kasus Kekerasan Meningkat, Pemerintah Diminta Tingkatkan SDM Masyarakat

23 January
18:21 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Terkait maraknya kasus kekerasan, pencabulan, pemerkosaan hingga pembunuhan terhadap perempuan dan anak dalam wilayah Provinsi Bengkulu akhir-akhir ini, dinilai akibat kurangnya pemahaman agama dari individu masyarakat setempat.

Oleh karena itu, menjadi Pekerjaan Rumah (PR)sangat besar khususnya untuk Provinsi Bengkulu, baik itu pemerintah daerah, legislatif maupun ulama dan masyarakatnya, dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar memahami nilai-nilai agama.

“Saat ini kita selaku orang tua memang sangat mencemaskan dan mengkhawatirkan dengan kondisi yang ada,terutama pada anakyang menjadi korban kekerasan. Untuk itu, dengan peningkatan SDM terkait agama dari semua pihak, diharapkan kasus kekerasan, pencabulan, pemerkosaan hingga pembunuhan, meski tidak bisa dipungkiri, walaupun ada juga pelaku seseorang yang sudah ustad atau guru agama,namun itu hanya personal atau oknumsaja, bisa diminimalisir kedepannya,” ungkap Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Sefty Yuslinah kepada sejumlah wartawan.

Selain itu dikatakan Sefty, untuk mengurangi persoalan kekerasan perempuan dan anak, setiap Pemda dan semua elemen masyarakat,juga harus duduk bersama memberikan edukasi. Terutama didaerah yang sering terjadi kasus demikian. Mengingat biasanya kasus itu terjadi, lantaran terpengaruh oleh gadget yang membuat obsesi, karena keseringan menonton video porno maupun video kekerasan seksual lainnya.

"Jika anak ataupun pelaku yang sudah mendapatkanpendidikan maupun pengetahuan agama, kendati masih juga terjadi,maka itu diluar kemampuan kita. Artinya kembali ke individu, meski langkah telah kita lakukan secara bersama-sama,"jelas Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bengkulu, Kamis, (23/1/2020).

Lebih  lanjut ditambahkan politisi perempuan PKS ini, terjadinya berbagai kasus kekerasan hingga pembunuhan terhadap anak dan perempuan, juga disebabkan faktor ekonomi keluarga.

Seperti kejadian di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng),si balita yang meninggal, dikarenakan orang tuanya sedang menginap di kebun untuk mencari nafkah, sehingga si balita dititipkan dengan pamannya.

Padahal dengan kondisi demikian, semestinya peran kepala desa(kades), RT maupun kadun, jika orang tuaanak ataupun balita sedang berada di kebun ataupun di sawah,aparat pemerintah setempat bisa memantaunya.

Hal itu dilakukan agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,karena menjaga anak dan perempuan, akan menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Kita dari DPRD sebenarnya sudah membuat Perda tentang perlindungan anak dan Perda ketahanan keluarga. Sekarangini perlu dilakukan sosialisasi hingga ke keseluruh daerah, sehingga mengerti maksud dan tujuannya. Kemudian juga seharusnya pemerintah desa bisa membantu keluarga yang tidak mampu, melalui dana desa untuk pemberdayaan SDM, sehingga warganya bisa mengerti hidup bermasyarakat dan saling menjaga,” tutup Sefty.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00