• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kemunculan Sunda Empire Tidak Pengaruhi Keberadaan Paguyuban Pasundan Rafflesia

21 January
13:20 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Terkait munculnya Sunda Empire di Bandung Jawa Barat, dipastikan tidak akan mempengaruhi keberadaan Paguyuban Pasundan Rafflesia, khususnya yang ada di Provinsi Bengkulu.

Bahkan Paguyuban Pasundan Rafflesia Bengkulu sendiri, telah mematangkan kepengurusan 2020-2025 mendatang, dan memperkuat serta bakal mengembangkan sayap organisasi hingga ke wilayah kabupaten dan kecamatan-kecamatan dalam wilayah Provinsi Bengkulu.

“Dalam mematangkan kepengurusan Paguyuban Pasundan Rafflesia yang direncanakan akan dilantik pada Februari 2020 mendatang, telah dilakukan pertemuan sebanyak 5 kali dan saat ini sudah finalisasi,” ungkap Ketua DPW Paguyuban Pasundan Rafflesia Provinsi Bengkulu Dr.Ir.M. Rochman, IPM, MH, didampingi Sekretaris, Handi Rustandi, S.Kep, MAN, Wakil Sekretaris Eko Suryana, M.KOM, Bendahara, Dedi, Pengaping Ir. Suhendra, dan Wakil Pengaping, Drs.H. Husnul Ulum, dalam keterangan persnya seusai finalisasi kepengurusan Paguyuban Pasundan Rafflesia Provinsi Bengkulu periode 2020-2025, di Bengkulu.

Dikatakan Rochman, sepengetahuannya dalam sejarah Sunda tidak ada mengenal tentang Sunda Empire. Mengingat yang ada hanya Kerajaan Prabusiliwangi/ Pajajaran. Sehingga persoalan munculnya Sunda Empire itu, merupakan tantangan bagi pihaknya dan organisasi Sunda, untuk menjaga dan melestarikan budaya Sunda.

“Apapun organisasinya asalkan ingin menjaga dan melestarikan budaya Sunda, kita sepakat. Apalagi upaya itu sudah dilakukan dengan dinamakan Jagabaya budaya Pasundan. Oleh karena itu, Paguyuban Pasundan yang sudah ada se-nusantara ini, akan mengabaikan Sunda Empire,” ujarnya, Senin, (20/1/2020) malam.

Lebih lanjut ia menilai, keberadaan Sunda Empire tersebut diduga mirip dengan Kraton Sejagat, yang sampai saat ini ada unsur melawan hukum terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KHUP), pasal 378 dan Undang Undang No. 1 tahun 1946, mengenai penyebaran berita bohong yang berimbas keonaran dan pemalsuan terhadap organisasi masyarakat (ormas).

“Setahu kita Sunda Empire tidak terdaftar dalam pengurus Paguyuban Pasundan pusat. Itu yang semestinya kita garis bawahi,” pungkas Rochman.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00