• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kanopi Hijau Indonesia Desak Usut Tuntas Penyebab Kematian 27 Penyu di Bengkulu

18 January
16:33 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Pihak Kanopi Hijau Indonesiamendesak para pihak terkait, terutama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, untuk mengusut kematian sebanyak 27 ekor penyu di pesisir pantai laut Bengkulu, terkhusus di wilayah Teluk Sepang.  

Juru Kampanye Kanopi Hijau Indonesia Olan Sahayu mengatakan, meski dari hasil laboratorium menyebutkan negatif zat kimia atau justru positif, kematian puluhan sejumlah penyutersebut harus diusut tuntas.

Apalagi kematian salah satu hewan yang dilindungi tersebut, waktunya cendrung berdekatandan dinilai sebuah kejadian luar biasa yang selama ini belum pernah terjadi.

Dari catatan Kanopi, sejak 10 November 2019 hingga 10 Januari 2020 sudah 27 ekor penyu mati ditemukan di perairan Bengkulu.Dimana sebagian besar ditemukan di sekitar area pembuangan limbah air bahang PLTU batu bara Teluk Sepang.Lalu memang ada satu bangkai ditemukan di Pantai Panjang, satu di Muara Kungkai. Tapi empat ekor dalam satu hari hanya ditemukan di dekat limbah air bahang," katanya, Sabtu, (18/1/2020).

Selain itu dijelaskan, adanya 4 ekor bangkai penyu yang ditemukan dalam waktu bersamaan oleh tim BKSDA itu,sudah diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium di IPB Bogor.Hanya saja disebutkan, hasilnya belum keluar.

“Kita minta pihak BKSDA bersurat ke Gubernur Bengkulu agar menghentikan aktivitas PLTU,” ucapnya.

Sementara sebelumnya, Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Donald Hutasoit ketika menanggapi hal tersebut menjelaskan, uji laboratorium dilaksanakan untuk mengetahui penyebab kematian puluhan penyudimaksud.

"Ada pembedahan dilakukan dokter hewan BKSDA, tapi tidak ditemukan makanan yang tidak normal dalam lambung penyu. Sedangkan untuk hasil uji lab, semua pihak agar sabar menunggunya,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00