• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

DTP Sebut 5 Wilayah Kecamatan di Provinsi Bengkulu Rentan Rawan Pangan

16 January
18:52 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Dari peta ketahanan dan kerentanan pangan atau food security and vulnerability atlas (FSVA) tahun 2018-2019 yang dikeluarkan pihak World Food Programme (WFP)yang bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Nasional, menyebutkan, ada 5 wilayah kecamatan di Provinsi Bengkulu yang masuk dalam daerah rentan rawan pangan.

Ke5 wilayah kecamatan tersebut, adalah Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Kecamatan Ketahun dan Kecamatan Ulo Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara. LaluKecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko dan Kecamatan Bang Haji Kabupaten Bengkulu Tengah(Benteng).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DTP) Provinsi Bengkulu, Yenita Saiful mengatakan, dengan adanya 5 wilayah kecamatan yang rentan tanaman pangan itu membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) harus tetap waspada. Mengingat jika tidak dilakukan intervensi, bisa menjadi rawan pangan.

“Kita dari DTP Provinsi akan berupaya menjaga biar rawan pangan tidak terjadi," ungkap Yenita, kepada sejumlah wartawan.

DijelaskanYenita, ada beberapa indikator yang dijadikan standar pengukuran daerah rawan pangantersebut. Diantaranya, persentase penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan dan persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan lebih dari 65 persen terhadap total pengeluaran.

Sedangkan indikator lainnya, pengukuran persentase rumah tangga tanpa akses listrik, persentase rumah tangga kekurangan air bersih, jumlah tenaga kesehatan dibanding kepadatan penduduk, termasuk juga prevalensi balita stunting.

“Persoalan daerah rawan pangan di Bengkulu ini tidak bisa hanya ditangani oleh Dinas Ketahanan Pangan saja, melainkan harus disikapi oleh lintas sektoral, agar kelima wilayah kecamatan tersebut tidak menjadi daerah rawan pangan,” katanya, Kamis, (16/1/2020).

Lebih jauh untuk mengantisipasi, diterangkan, pihaknya akan terus mendorong masyarakat setempat, agar memanfaatkan pekarangan rumah-nya untuk ditanami tanaman pangan. Apalagi program tersebut juga menjadi prioritas pemerintah untuk mengantisipasi daerah yang rentan rawan pangan.

“Program itu dapat memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga masyarakat di daerah yang rentan rawan pangan tersebut, dapat meningkatkan pendapatan rumah tangganya masing-masing,” harapnya.

Sementara terkait indikator krisis air bersih serta sarana dan prasarana, ia juga meminta pihak terkait, seperti PDAM serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk membantu menangani masyarakat atas persoalan dimaksud.

"Untuk air bersih berarti melibatkan PDAM. Jadi semua sektor bergerak. Jika hal itu dilakukan status rentan rawan pangan bisa dihindari. Bukan hanya itu, melalui program Dinas PUPR,untuk akses jalan menuju wilayah itu perlu diperbaiki. Kemudian bidang kesehatan dengan pemenuhan tenaga kesehatan yang selama ini masih belum memadai," tukas Yenita.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00