• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Jelang Tutup Anggaran, Proyek Pembangunan Infrastruktur se-Bengkulu di Pantau

10 December
13:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Menjelang ditutupnya tahun anggaran 2019 ini, Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu saat ini tengah turun memantau proyek pembangunan infrastruktur yang tersebar di 10 wilayah kabupaten/kota dalam Provinsi Bengkulu. 

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi menyatakan, pemantauan sejumlah proyek infrastruktur yang anggarannya bersumber dari dana APBD Provinsi tahun ini, sebagai fungsi pengawasan lembaga legislatif. Sehingga dapat diketahui secara pasti, seperti apa progresnya dilapangan. 
Belum lagi pada tanggal 25 Desember ini, seluruh yang namanya proyek bersifat pembangunan infrastruktur, sudah harus selesai semuanya.

“Memasuki Desember ini, masing-masing rekanan sudah harus mengurus administrasi keuangan, tapi dengan catatan pekerjaan harus diselesaikan. Kekhawatiran kita, jika belum selesai bisa-bisa tidak dibayarkan nantinya. Sehingga kembali menjadi utang seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya," kata Sumardi, ketika dihubungi sejumlah wartawan. 

Dijelaskan Politisi Golkar ini, jika dari hasil kunjungan yang didampingi dinas teknis ini, terdapat pekerjaan yang tidak selesai di lapangan, pihaknya juga akan mengeluarkan rekomendasi nantinya. 

Dimana rekomendasi itu, bisa saja usulan pemutusan kontrak terhadap pekerjaan proyek pembangunan yang tidak selesai dikerjakan pihak rekanan (kontraktor), dan juga apabila temuan diduga bermasalah, diserahkan kepada pihak Inspektorat atau aparat penegak hukum.

“Keinginan kita dari lembaga legislatif, jangan lagi sampai setiap pembahasan APBD, ada alokasi untuk pembayaran utang proyek infrastruktur dan pekerjaan fisik. Makanya kita cek dulu di lapangan sembari mendorong pihak rekanan segera menyelesaikan pekerjaan fisik dan proses administrasinya ke dinas teknis,” terangnya, pada Selasa, (10/12/2019).

Lebih jauh ia berharap, dengan sisa waktu yang tinggal hitungan hari dalam pelaksanaan program pembangunan infrastruktur ini, dinas teknis dan pihak rekanan akan bekerja maksimal, dengan tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas, serta bisa selesai 100 persen fisik di lapangan.

“Banyak imbas jika proyek pembangunan yang sudah terprogram tahun ini, tidak selesai. Bukan saja hanya dari sisi anggaran, tetapi juga sektor lainnya, diantaranya capaian pembangunan. Untuk itu kita dorong dan awasi penggunaan uang rakyat yang dikembalikan ke rakyat ini,” pungkas Sumardi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00