• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pemprov Bengkulu Bakal Cetak 400 Hektar Sawah Baru Tahun 2020

12 November
14:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Untuk mendorong program swasembada pangan serta mewujudkan Bengkulu sebagai lumbung padi nasional, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Pertanian (TPHP) Provinsi akan mencetak sekitar 400 hektar lahan sawah baru.

Cetak sawah baru itu bakal dilaksanakan pada 2020 mendatang.

“Seluas 400 hektar lahan sawah baru akan dicetak di duakabupaten, yakni Bengkulu Utara dan Mukomuko. Dipilihnya 2 kabupaten itu karena hasil survey Investigas Design (SID),” ungkap Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Ir. Ricky Gunarwan, kepada wartawan.

Menurut Ricky, pada tahun 2018 lalu, Pemprov Bengkulu melalui dana APBD Provinsi sudah mencetak sekitar 400 hektar lahan sawah baru. Tetapi untuk program cetak 400 hektar lahan sawah baru tahun depan tersebut, akan dibiayai oleh APBN.

“Biaya untuk mencetak 1 hektar lahan sawah baru disiapkan anggaran sebesar Rp 16 juta. Dengan syarat, lahan cetak sawah baru harus memiliki ketersediaan pasokan air dan petani yang akan menggarapnya,” katanya, Selasa, (12/11/2019).

Selain itu dijelaskan, syarat terpenting juga dalam mencetak sawah baru untuk lahannya tidak bersengketa atau berada di dalam hutan lindung.

“Petaninya nanti dilindungi dengan asuransi bagi yang membayar premi,” ujarnya.

Lebih jauh Ricky menambahkan, berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional (BPN), sekitar 40 persen areal persawahan yang ada di Provinsi Bengkulu sudah beralih fungsi. Sehingga hal demikian yang menjadi dasar Pemprov terus mengupayakan cetak lahan sawah baru setiap tahunnya.

"Untuk potensi areal pencetakan sawah di Provinsi Bengkulu sebenarnya bisa mencapai 6 ribu hektar yang tersebar diseluruh kabupaten/kota dalamwilayah Provinsi Bengkulu. Ditargetkan cetak lahan sawah baru seluas 6 ribu hektar tersebut nantinya juga akan dilakukan secara bertahap,” tukas Ricky.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00