• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ribuan Hektar Sawah di Benteng Tak Bisa Digarap, Senator Minta Solusi Pemerintah Daerah

8 November
23:31 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Kemarau panjang membuat 7.600 hektare sawah di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) Provinsi Bengkulutidak bisa digarap,karena mengalami kekeringan.

Bahka kondisi demikian dikawatirkan bisa mengancam ketahanan pangan, karenasawah tersebut tidak bisa lagi dijadikan sumber penghasil beras.

Anggota Komite II DPD RI Riri Damayanti John Latief di Bengkulu mengungkapkan, kondisi tersebut harus segera ditangani oleh pemerintah daerah. Mengingat jika kekeringan terus menerus, akan mengancam kondisi pangan daerah, dan bisa menaikkan harga pangan yang signifikan.

"Saya harap, pemerintah segera merespon kejadian ini. Karena ini dapat mengancam mata ketahanan pangan kita," ungkap Riri Damayanti kepada media, Jumat (8/11/2019).

Riri mengatakan, pembangunan irigasi untuk daerah tersebut harus lakukan, karena akan bisa menjadi salah satu solusi apabila nanti ada kekeringan melanda kembali.

"Pembangunan irigasi ke pertanian dapat membantu petani, jika nanti diwaktu yang akan datang terjadi kekeringan seperti ini. Untuk saat inijuga, pemberian bantuan seperti pompa air adalah hal yang dibutuhkan oleh petani," ungkap Riri.

Lebih jauh Senator Bengkulu ini juga menekankan kepada petani, untuk sementara waktu beralih ke komuditi tanaman lain.

"Pengalihan tanaman, seperti jagung atau tanaman lainnya, yang tidak menggunakan air terlalu banyak, dapat menjadi menjadi solusi untuk kondisi seperti ini," ajak Riri Damayanti.

Sementaraitu, sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Benteng, Drs. Supawan Said menjelaskan, warga pemilik lahan juga sudah banyak yang mengalihkan komoditi tanamannya. Hanya saja, pengalihan tersebut bukanlah untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti beras.

“Meski sudah ada petani yang beralih tanam areal persawahannya, namun itu belum solusi. Kita akan mencari solusi terhadap permasalahan kekeringan ini,” tukasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00