• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Penanda Tangan NPHD Diperpanjang, Pemprov Bengkulu Optimis Bisa Tepat Waktu

12 October
18:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memastikan akan segera melakukan penandatangan Naskah Perjanjinan Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 mendatang.

Plh Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mengatakan, menghadapi Pilkada serentak tahun depan tersebut, memang kewajiban pemerintah daerah yang memiliki agenda Pemilihan Kepala Daerah, karena memang amanah konstitusi untuk menyediakan anggarannya. Dimana untuk di Provinsi Bengkulu sendiri, akan ada 8 kabupaten serta provinsi yang melaksanakan Pilkada tahun depan.

“Untuk penanda tanganan NPHD akan dilaksanakan paling lambat tanggal 14 Oktober lusa, atau sesuai batas waktu yang ditetapkan KPU. Apalagi pihak KPU sekarang  ini sedang menggodok usulan anggaran yang disampaikan ke kita (Pemprov Bengkulu). Sebelum dilakukan penanda tangan NPHD tersebut, kita akan melaksanakan rapat bersama seluruh pemerintah kabupaten yang memiliki agenda Pilkada,” kata Hamka, (12/10/2019).

Sementara sebelumnya, Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Eko Sugianto menjelaskan, sesuai keputusan Mendagri dan KPU RI, penandatanganan NPHD diperpanjang hingga 14 Oktober dari batas waktu sebelumnya 1 Oktober.

Dengan adanya perpanjangan waktu yang diberikan, semua kepala daerah termasuk di Bengkulu, agar segara menandatanganani NPHD yang tertera jumlah anggaran Pilkadanya tahun depan.

“Untuk anggaran Pilkada, kita sedang membahas kembali dengan Pemprov Bengkulu. Sehingga dalam penganggaran nantinya benar-benar cukup dan tidak ada kekurangan anggaran dalam pelaksanaan Pilkada,” terangnya.

Ditanya penandatanganan NPHD ditegaskan, sesuai aturan yang berlaku, tidak bisa dua kali, harus tetap satu kali.

Sedangkan untuk penganggarannya, tentu akan disesuaikan dengan kemampuan pemerintah daerah.

“Untuk anggarannya bisa saja bertahap, tapi nilainya sudah kita sepakati lebih dahulu,” tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00