• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Langgar Kode Etik, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Bisa Dipecat

17 September
18:16 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Tim Perumus Kode Etik DPRD Provinsi Bengkulu saat ini terus membahas kode etik bagi 45 orang wakil rakyat yang ada di lembaga legislatif Provinsi.

Ketua Tim Perumus Kode Etik, Suimi Falesmengatakan, dari pembahasan lanjutan sejauh ini, soal sanksi terberat bagi anggota dewan yang melanggar kode etik nanti bisa berupa pemecatan.

Hanya saja untuk etik yang akan membuat anggota dewan sampai diberhentikan, masih dibahas.

“Para anggota dewan melanggar etik, ada sangsinya.Sanksinya nanti mulai dari ringan, sedang sampai berat. Kalau ringan ini bisa berupa teguran atau surat peringatan, sedangkan sanksi terberat bisa kita ajukan pemecatan,” kata Suimi kepada sejumlah wartawan, ketika rapat pembahasan kode etikdiskor, pada Selasa (17/9/2019).

Dijelaskan politisi PKB Provinsi Bengkuluini, dalam pembahasan kode etik, pihaknya tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP)No. 12 tahun 2018 tentang kode etik anggota DPRD, dimana didalamnyabanyak mengatur, mulai dari sikap, perilaku, izin serta kehadiran anggota dewan.

Banyak yang masuk dalam pembahasan kode etik. Termasuk jika ada anggota dewan yang beristri lebih dari satu.Tapi kita belum sampai kesana pembahasannya, karena yang jelas adanya kode etik itu, dewan harus menjaga marwahdankredibilitas lembaga. Salah satu contoh kode etik, wakil rakyat harus berpakaian yang sopandanberperilaku baik,” terangnya.

Lebih jauh diharapkan, meski pembahasan kode etik hingga kini masih alot, namun pihaknya tetap menargetkan secepatnyabisa rampung.Mengingat sesuai amanat dalam rapat paripurna dengan waktumenyelesaikanselama 14 hari.

“Setelah rampung, kami tim kode etik akan melaporkan dalam paripurna bahwa sejauh mana pembahasannya. Target kita sesuai jadwal pembahasan kode etik ini akan selesai,” tukas Suimi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00