• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Tarik Minat Wisatawan Mancanegara, Bengkulu Harus Memiliki Produk Wisata Yang Solid

16 September
18:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Dalam rangka menarik minat kunjungan wisatawan baik lokal, nasional bahkan hingga internasional, Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI melalui Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional IV, pada Senin, (16/9/2019) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Promosi Pengembangan Pasar Australia, Selandia Baru dan Oseania, terhadap pelaku pariwisata yang ada di Bengkulu.

Dalam bimtek itu juga menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati dan nara sumber yang berkompeten tidak saja dari Kemenpar juga pemerhati pariwisata nasional.

Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Seni, Tradisi dan Budaya Kementerian Pariwisata (Kemnpar) RI, Agni Malaginamenyatakan, untuk menarik minat kunjungan wisatawan, Provinsi Bengkulu harus memiliki produk wisata yang solid, sebagai langkah penguatan potensi wisata khususnya di Provinsi Bengkulu. Mengingat jika penguatan sudah terwujud, baru membicarakan pemasaran.

“Produk wisataitu bukan sekedar identifikasi daya tarik atau sekumpulan daya tarik saja. Tapi bagaimana merangkai seluruh daya tarik itu menjadi kekuatan destinasi wisata," ujar Agni.

Dikatakan, menciptakan produk wisata yang solid tersbeut bukanlah pekerjaan mudah. Dimnana dibutuhkan sinergitas agar produk wisata yang ada, bisa berkelanjutan terutama dalam pengelolaannya.

Kemudian terkait produk wisata, diharapkan, jangan hanya berpikiran pada destinasi wisatanya saja. Tetapi juga sektor lain yang harus tetap disinergikan, misal pada lokasi wisata agar memperhatikan kulinernya.

“Kita sengaja menargetkan pemasaran wisata Bengkulu ke Australia, Selandia Baru, dan Oseania, karena negara itu merupakan persemakmuran Inggris. Sedangkan di Bengkulu, juga ada beberapa bukti peninggalan Inggris. Sehingga diyakini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari ketiga negara," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Hj. Dewi Coryati selaku mitra kerja Kemenpar di Bengkulu mengharapkan, melalui bimtek iniseluruh pihak dapat berperan dalam memasarkan pariwisata yang ada di Provinsi Bengkulu. Sehingga nantinya potensi wisata yang ada di daerah Bengkulu ini, seperti Festival Tabut yang sudah masuk Calender Of Event (COE) benar-benar dapat menjadi tulang punggung perekonomian melalui peningkatan kunjungan wisatawan, tidak saja nasional tetapi juga internasional.

“Sejauh ini pemasaran wisata dari Provinsi Bengkulu, sudah dilakukan dibeberapa Negara, seperti Chinadan India, serta kalin ini ke Australia, Selandia Baru, Oseania, dan beberapa negara lainnya. Tapi tiap negara itu metode pemasaran wisata berbeda-beda,karena belum tentu wisatawan asal China kebutuhan wisatanya sama dengan Australia. Untuk itu perlu langkah pemasaran yang lain juga, dengan potensi wisata yang menarik lagi, dengan tahap awal diberikan pelatihan oleh Kemenpar ini perlu kita apresiasi bersama. Sehingga harapan para wisatawan dari tiga negera itu, bisa datang ke Bengkulu nantinya,” tukas Dewi. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00