• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dipertanyakan, Gubernur Bengkulu Menon-aktifkan Nopian Sebagai Sekda Provinsi

16 September
16:07 2019
1 Votes (2)

KBRN, Bengkulu : Pihak DPRD Provinsi Bengkulu mempertanyakan kebijakan Gubernur Rohidin Mersyah yang secara mengejutkan telah menon-aktifkan Nopian Andustri sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu.

Seperti disampaikan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi, kepada sejumlah wartawan di gedung wakil rakyat Provinsi.

Menurut Edwar, meski Gubernur memiliki hak preoregatif dalam hal mutasi jabatan, namun semestinya dapat memperhatikan Undang-Undang No. 5 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dimana dalam proses mutasi, jika ingin memindahkan seorang pejabat, minimal ditempatkan pada jabatan yang sama eselonnya.

“Diketahui jabatan yang setingkat Sekda tidak ada eselonnya yang sama di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) ini. Sehingga apabila kebijakan tersebut tidak dilaksanakan, Gubernur diduga bisa melanggar Undang Undang ASN, apalagi disinyalir mutasi juga bernuansa politis. Mengingat dalam proses sebelumnya, telah melalui rekrutmen dari tim seleksi hingga meminta rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bengkulu ini, Senin, (16/9/2019).

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu lainnya Edison Simbolon mengaku, selaku lembaga legislatif tidak banyak mengetahui proses penon-aktifan Nopian Andusti sebagai Sekda Provinsi, karena hal itu tentu sepenuhnya hak Gubernur. Tetapi karena hal tersebut sudah terjadi, sebaiknya Gubernur memikirkan jabatan yang sesuai diberikan kepada Nopian nantinya.

“Dari informasi yang diperoleh, masa kerja Nopian selaku ASN masih cukup panjang, sehingga tidak ada salahnya ilmu yang ada pada yang bersangkutan, agar bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Belum lagi dalam aturan ASN yang non aktif, juga tidak diperbolehkan. Untuk itu lebih lanjut nantinya, tidak menutup kemungkinan pihak legislatif akan berkoordinasi dengan pihak Pemprov mempertanyakan seputar penon-aktifan Nopian sebagai Sekda Provinsi,” ucap Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi ini.

Dibagian lain, Pelaksana harian (Plh) Sekda Provinsi Hamka Sabri ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi sampai penon-aktifan Nopian sebagai Sekda. Tetapi yang jelas dirinya ditunjuk oleh Gubernur sebagai Plh Sekda.

“Jika ingin mengetahui lebih lanjut, silakan berkoordinasi dengan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, seperti Nopian ditempatkan di BPSDM. Saya teknis tidak tahu pasti,” pungkas Hamka.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00