• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Investor India Tawarkan Obat Batu Ginjal dan Sakit Kuning Untuk Masyarakat Bengkulu

15 September
19:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Pihak investor asal India yang bernaung dibawah PT Himalaya Indonesiamenawarkan kepada masyarakat Provinsi Bengkulu dan sekitarnya, produk obat yang berfungsi menggugurkan batu ginjal dan mencegah serangan penyakit kuning.

Direktur PT Himalaya Indonesia, Mr. Menismeminta, masyarakat provinsi Bengkulu agar tidak perlu kawatirkan serangan penyakit batu ginjal dan penyakit kuning. Mengingat pihaknya menawarkan solusi untuk menghilangkan kedua serangan penyakit dimaksud.

"Kami menyakiniproduk ini sangat ampuh," katanya disela-sela memperkenalkan produk, Minggu (15/9/2019).

Dikatakan, dari produk yang bermetamorfosa dari Air Peda, dan sudah hadir di 90 negara. Bahkan perusahaannya yang kosen dengan pengobatan tradisional ini, juga sudah mempunyaiperkebunan medis di bawah pegunungan Himalaya dengan sistem organic.

“Produk kita ini bisa merontokkan dua penyakit tersebut, dalam waktu 12 pekan saja,” ucapnya menyakinkan.

Selain itu dijelaskan, produk perusahaannya ini ini sudah lulus uji klinis dari sejumlah rumah sakit yang ada di Negara Indonesia.Sehingga dipastikan di jual secara legal.

“Produk kita ini legal serta sudahlolos Uji dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), termasuk tersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)," terangnya.

Senada dengan itu, Manager Pemasaran PT Himalaya Indonesia, Desi Yuliana menyampaikan, pihaknya sudah banyak mengeluarkan produk, seperti, Cystone yang sangat ampuh melumpuhkan gejala batu ginjal, yang sementara ini masuk ke wilayah Bengkulu, disampinmg produk Septilin, sangat bagus untuk antibiotik pengobatan panjang yang fungsinya dapat memulihkan kondisi tubuh dan infeksi.

"Produk lain diantaranya Liv 52 untuk menetralkan racun di organ hati. Untuk mendapatkan produk kita bisa menghubungi PT Punyaku Bengkulu di Jalan Sungai Rupat 9 Bengkulu atau menghubungi HP.0813 6726 9368 atas nama Niken," tukas Desi. (rls)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00