• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

PMN Belum Tersedia, Pembangunan Jalan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau Bisa Terhambat

21 August
17:16 2019
1 Votes (2)

KBRN, Bengkulu : Adanya kekewatiran belum akan terlaksananya pembangunan kontruksi jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan dalam waktu dekat ini, lantaran belum teranggarkannya Penyertaan Modal Negara (PMN) dengann total sebesar Rp 10,5 triliun dalam APBN, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu meminta pihak PT Hutama Karya (HK) untuk terlebih dahulu menanggulanginya.

Mengingat untuk proses pembebasan lahan yang terkena imbas dari rencana pembangunan jalan tol itu, dananya memang menjadi tanggung jawab Kementrian terkait.

“Kita ketahui pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau tersebut merupakan penugasan pemerintah kepada HK. Jadi itu tanggung jawab HK untuk melaksanakannya,” ungkap Asisten II Sekda Provinsi Bengkulu Yuliswani, kepada sejumlah wartawan di kantor Gubernur.

Dikatakan Yuliswani, tanggung jawab pihak HK untuk terlebih dahulu menyediakan dana dimaksud, karena tidak seluruhnya bisa ditanggulangi APBN. Apalagi pihak HK sendiri juga telah menyiapkan dana pembangunan fisik jalan tol tahap pertama sepanjang 17 Kilometer (Km), dari Kota Bengkulu ke Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Mengenai anggaran untuk PMN itu, banyak kegunaan. Jadi pihak HK yang harus proaktif. Dalam artian bisa saja menanggulangi lebih dulu, karena dalam APBN awal ada PMN dimaksud,” katanya menjawab sedikit ragu, Rabu, (21/8/2019).

Lebih jauh mengenai proses perizinan, Ia menjelaskan, dari konfirmasi pihak Dinas Penanam Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi, untuk izinnya akan turun dalam minggu ini.

“Kepastian itu telah disampaikan DPMPTSP. Tapi untuk proses ganti rugi, saya belum tahu perkembangannya, karena tanggung jawab Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bengkulu,” terangnya.

Sementara secara terpisah, Kepala Proyek Jalan Tol PT. HK Hastuti menjelaskan, jika belum teranggarkanPMN tersebut, maka proses konstruksi bisa dikerjakan setelah anggaran tersebut tersedia tahun depan. Pasalnya dana yang telah teranggarkan hanya biaya pembebasan lahan warga yang akan dilalui jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau.

“Anggaran konstruksi itu menjadi penentu pembangunan, karena selain PMNRp 10,5 triliun,PT HK juga direncanakan akan mendapat dukungan pendanaan dari Sindikasi Bank BUMN (Himbara), perbankan asing seperti MUFG, CIMB Niaga, ICBC, serta dari institusi keuangan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)/SMI, dan perbankan swasta yaitu Bank Mega dan Bank Permata dengan jumlah total Rp 32 triliun. Insyallah masih terus diupayakan.

Untuk diketahui, pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau panjang 95,8 KM itu terdiri dari tiga sesi. Pertama, Bengkulu-Taba Penanjung 17,6 KM, Taba Penanjung - Kepahiang 23,7 KM dan Lubuk Linggau-Kepahiang 54,4 KM dengan total biaya investasi Rp 33,33 triliun. (rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00