• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu Dapat Mobnas Baru, APBDP Diisyaratkan Bayar Hutang

21 August
15:59 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Dari pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) Provinsi Bengkulu tahun 2019, unsur pimpinan DPRD Provinsi periode 2019-2024, akan mendapatkan mobil dinas (mobnas) yang baru.

Disisi lain lembaga DPRD Provinsi mengisyaratkan untuk menyetujui pembayaran hutang Pemerintah Provinsi (Pemprov) tahun anggaran 2017 dan 2018 kepada pihak ketiga.

“Khusus untuk mobnas baru unsur pimpinan DPRD Provinsi, sudah dialokasikan dalam dana APBD murni tahun ini. Sedangkan realisasinya, meski saya tidak mengetahui jenisnya,mungkin saja saat ini masih berproses,” ungkap Ketua DPRD Provinsi, Ihsan Fajri, disela-sela pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan,di gedung DPRD Provinsi.

Dikatakan, berkaca dari KUA-PPAS, ada beberapa usulan yang menjadi prioritasuntuk diselesaikan. Diantaranya, pembayaran utang Pemprov pada rekanan, yang bakal disetujui selagi sesuai dengan mekanisme.

"Bagaimanapun juga wajib diselesaikan utang yang dimaksud. Kemudian juga termasuk usulan anggaran untuk pelaksanaan Pilkada serentak," kata Ihsan, Rabu, (21/8/2019).

Selain itu Politisi PDIP Provinsi Bengkulu ini mengaku, sesuai jadwal Badan Musyawarah (Banmus) pembayaran APBDP ini dikebut. Dalam artian bisa diselesaikan hingga pengesahaannya oleh para wakil rakyat yang saat ini masih duduk.

“Dari jadwal Banmus untuk pengesahan APBD Perubahan pada Rabu tanggal 28Agustus ini. Oleh karena itu mau tidak mau pembahasannya kita dikebut," tegasnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti menyampaikan, pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan ini sudah dilakukan beberapa kalidan diharapkan dapat disahkan oleh anggota DPRD Provinsi yang lama.

"Mudah-mudahan saja semuanya bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sehingga nantinya realisasi APBD Perubahan juga bisa segeradilaksanakan," pungkas Nopian singkat. (rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00