• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Aksi Solidaritas, Imapa UNIB Datangi DPRD Provinsi Sampaikan Aspirasi

20 August
13:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Papua (Imapa)Universitas Bengkulu (UNIB) pada Selasa, (20/8/2019) menyampaikan aspirasi serta tuntutan ke gedung DPRD Provinsi Bengkulu, atas kejadian dugaan intimidasi, serta rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Semarang dan Malang.

Dari orasi yang disampaikan di halaman kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Koordinator Lapangan aksi Imapa Bengkulu, Venus Belamenyatakan, pihaknya adalah mahasiswa Papua dan bukan “monyet”. Untuk itu diharapkan aspirasi ini disampaikan pihak DPRD Provinsi Bengkulu ke Pemerintah Pusat melalui lembaga DPR RI di Jakarta.

“Tolong sampaikan aspirasi kami (mahasiswa,red) ini ke pemerintah dan juga DPR RI,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Imapa Bengkulu Legiso Joel Hainumbe dalam pernyataan sikapnyaada empat butir yang disampaikan. Dinana pertama, stop intimidasi terhadap mahasiswa Papua, khususnya yang sedang menempuh pendidikan diluar Papua.

Lalu kedua, stop persekusi terhadap mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan diluar Papua.

“Ketiga, hendikan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua.Kemudian keempat, stop rasisme terhadap mahasiswa Papua, khususnya yang sedang menempuh pendidikan diluar Papua,” ucapnya.

Sementara itu, dari aksi Imapa Bengkulu yang berlangsung tertib, diterima pimpinan DPRD Provinsi melalui Wakil Ketua I, Suharto dan didampingi anggota DPRD Provinsi Agung Gatammenegaskan, pihaknya mewakili lembaga legislatif DPRD provinsi mengapresiasi atas aksi solidaritas yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Papua (Imapa) Bengkuluini dan akan menindak lanjuti beberapa hal yang telah disampaikansebelumnya.

“Kami dari lingkungan DPRD Provinsi bersama Pemda Provinsi, akan menyampaikan ke pemerintahan pusat, hingga ke Mendagri.Kami (DPRD,red) jamin di Bengkulu tidak ada yang mendiskriminasi maupun intimidasi seperti yang disampaikandan mendukung dalam menempuh ilmu pendidikan.Kemudian kepada aparat Polda, mari kita jaga kesatuan dan persatuan sesuai UUD 1945 dan Pancasila, saya tidak mau fenomena di Surabaya terjadi lagi,” terang Politisi Gerindra Bengkulu ini.

Sementara secara terpisah sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyatakan, garansi untuk keamanan warga maupun mahasiswa asal Papua yang berada di Bengkulu. Apalagi harmonisasi hubungan sosial antar etnis, telah terjalin apik dan kondusif, termasuk mahasiswa Papua di Bengkulu juga aktif dalam kerjasama program kepemudaan, program pemberdayaan masyarakat maupun sosial keagamaan.

"Saya menjamin, warga maupun mahasiswa di Papua di Bengkulu dalam kondisi aman. Kita semua tetap harmonis," kata Rohidin.

Selain itu Gubernur mengimbau, seluruh masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu tak bertanggungjawabdan sampai melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum. Untuk itu diingatkan semua saling mengingatkan agar tetap saling melindungi.

"Kita (Pemprov,red) dari Papua dekat dengan kita, baik dalam kerjasama di pemerintahan, kepemudaan, maupun sosial masyarakat. Bahkan Natal 2018 lalu, perayaan bersama untuk wilayah Sumatera dipusatkan di Provinsi Bengkulu. Kami semua rukun damai dan saling melindungi," tutup Rohidin.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00