• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Masuk Pengurus BMA, Bawaslu Bengkulu Putuskan Caleg PKB Lakukan Pelanggaran Administrasi

15 August
18:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu memutuskan calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi dari Dapil V Kabupaten Kepahiang, H. Zainal, terbukti secara sah dan menyakinkan, melakukan pelanggaran administrasi. Lantaran politisi PKB tersebut, terdaftar sebagai anggota Badan Musyawarah Adat (BMA)Provinsi Bengkulu.

“Dari hasil penelitian dan pemeriksaan atas laporan Erlan Oktriandi nomor 05/LP/PL/Prov/07.00/VII/2019,terlapor H. Zainalyang terdaftar sebagai anggota BMA. Dengan demikian memenuhi unsur pelanggaran Pemilu, sehingga terlapor dinyatakan melakuklan pelanggaran administrasi,” ungkap Anggota Bawaslu Provinsi, Halid Saifullah, SH, MHkepada sejumlah wartawan di Kantor Bawaslu Provinsi.

Dikatakan, berpijak dari pelanggaran tersebut, pihaknya juga meminta agar partai terlapor, agar dapat memerintahkan yang bersangkutan untuk menyerahkan bukti administrasi, berupa surat pengunduran diri dari BMA Provinsi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu.

“Untuk pelanggaran yang kita temukan, mengacu dari hasil klarifikasi dengan meminta keterangan baik pada pelapor (Erlan,red), terlapor, dan sejumlah saksi lainnya, kepengurusan BMA yang Surat Keputusan (SK) ditandatangani Gubernur, memang mendapatkan anggaran bersumber dari APBD. Hanya saja, terlapor di-SK-kan sebagai pengurus BMA, setelah ditetapkan menjadi Daftar Calon Tetap (DCT) DPRD Provinsi," kata Halid, Kamis, (15/8/2019).

Lebih jauh mengenai sangsi bagi pihak terlapor, termasuk bisa dilantik atau tidak sebagai Anggota DPRD Provinsi Bengkulu untuk masa bakti 2019-2024, Halid enggan menyampaikannya secara gamblang. Tapi yang jelas pelanggaran terlapor yang terpilih sebagai salah satu anggota legislatif ini bersifat administrasi, yang bila dipenuhi rekomendasi, bisa dinyatakan selesai.

"Sekarangkita tunggu saja tindaklanjut dari hasil penelitian dan pemeriksaan yang telah dilakukan," jelasnya.

Sementara sampai berita ini diturunkan, belum diperoleh hak jawab dari pihak terlapor H. Zainal termasuk dari pengurus PKB Provinsi Bengkulu, terkait surat pengunduran diri yang bersangkutan, dan ingin mempertanyakan putusan dari Bawaslu Provinsi Bengkulu, menerima atau tidak. (rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00