• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Indikasi Penyimpangan BBM Jenis Solar, Gubernur Bengkulu Minta Aparat Penegak Hukum Mengawasi

18 July
15:16 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dalam wilayah Provinsi Bengkulu, terjadi diduga karena penyimpangan dalam penyaluran atau pendistribusiannya.

Sinyalemen tersebut tidak lepas dari perhitungan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.

“Saya sudah menghitung BBM jenis solar yang seharusnya kuota yang dialokasikan untuk Provinsi Bengkulu mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Dimana pehari sebanyak 224 Kiloliter (KL), jika benar real perhitungannya dalam satu bulan bisa diketahui berapa banyak yang sudah dialokasikan,” ungkap Gubernur BengkuluRohidin Mersyah, dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan di Bengkulu.

Dijelaskan, apabila pendistribusian dengan normaldan tidak ada indikasi penyelewengan dengan pihak yang mendapatkan benar-benar layak atau tepat sasaran, kuota yang ada dipastikanbisa mencukupi kebutuhan.

“Dari kalkulasi demikian, besar kemungkinan indikasi penyimpangan dalam penyaluran memang terjadi," kata Gubernur, (18/7/2019).

Ditegaskan Rohidin, dengan adanya indikasi demikian, diminta Tim Pengawas Penyaluran yang sudah terbentuk, dapat terus mengawasi penyaluran BBM solar ataupun premium yang juga disubsidi secara berkesinambungan.

"Kemudian diharapkan aparat penegak hukum juga dapat turut mengawasi penyaluran BBM bersubsidi ini," harapnya.

Lebih jauh Gubernur Bengkulu menambahkan, dengan waktu yang tinggal 5 bulan lebihmenjelang akhir tahun, sisa kuota 40 persen dari total yang diberikan, diyakini bisa mencukupi. Tetapi dengan catatan, dalam pendistribusiannya nanti berjalan normal atau tepat sasaran.

"Jika terjadi penyimpangan, seperti dijual pada perusahaan atau sektor industri, dan oknum yang melakukan penimbunan, berapapun kuota yang diberikan tidak bakal mencukupi," ucapnya.

Kendati demikian ia juga mengharapkan partisipasi masyarakat umum untuk pro aktif melakukan  pengawasan dalam penyaluran BBM bersubsidi dalam wilayah Bengkuli ini, baik jenis solar ataupun premium. Mengingat dengan kelangkahkaan ini, semua terkena dampaknya.

Seiring dengan itu, sebagai solusi kita tetap meminta tambahan kuota dengan BPH Migas, yang rencananya bakal melakukan pertemuan terlebih dahulu awal bulan depan," tutup Gubernur Rohidin.(rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00