• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

SILPA APBD Provinsi Tahun 2018, Tembus Rp. 213,31 Milyar

17 July
18:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Dari Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, pada Rabu (17/7/2019), dengan agenda nota penjelasan rancangan Perda Provinsi tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi tahun 2018 yang langsung disampaikan Gubernur Rohidin Mersyah, terungkap Sisa Lebih Perhitungan atau biasa dikenal dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) APBD Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2018 sebesar Rp. 213.318.214.221,04.

Dikatakan Gubernur Rohidin, gambaran real pengelolaan APBD tahun lalu, pendapatan sebesar Rp. 3.002.783.196.098. Dimana realisasinya hingga 31 Desember 2018 sebesar Rp. 2.851.808.282.196,75 atau 94,97 persen. 

Sedangkan belanja pada tahun lalu dialokasikan sebesar Rp. 3.343.871.365.024,52, dan yang terealisasi sebesar Rp. 2.979.578.236.902,23 atau 89,11 persen.

"Dari angka belanja yang dianggarkan, dan realisasinya diperoleh SILPA tahun anggaran 2018 sebesar Rp. 213.318.214.221,04. Dimana rincian SILPA itu diperoleh dari Bendahara Umum Daerah (BUD) sebesar Rp. 208.648.909.338,86, RSUD M. Yunus Rp. 2.072.740.894,18, dan RSJ Soeprapto Rp. 108.966.989," ungkap Rohidin dalam paripurna.

Selain itu dijelaskan Rohidin, SILPA juga bersumber dari kas di bendahara pengeluaran Rp. 1.667.938.461, dan kas di bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp. 819.658.538. Dimana kesemua sumber SILPA tersebut berdasarkan saldo per 31 Desember 2018. 

"Laporan pertanggungjawaban keuangan APBD tahun lalu, sudah kita sampaikan dan tentunya nanti dibahas DPRD Provinsi," ujarnya.

Kendati demikian ia meminta, laporan tersebut agar dicermati masing-masing Fraksi di DPRD Provinsi, terutama yang berkaitan dengan aktifitas penggunaan anggaran, agar outputnya keluar nilai SILPA dari realisasi APBD tahun 2018 secara pasti, yang bakal dijadikan acuan dalam menyusun anggaran tahun berikutnya. 

"Saya kira, kita dengarkan dahulu pandangan masing-masing Fraksi DPRD terkait pencapaian realisasi APBD tersebut. Baik itu dari aspek pendapatan, maupun belanja daerah. Sehingga nantinya dalam pengalokasikan bisa lebih efektif dan efisien, terutama dalam mewujudkan visi dan misi demi pembangunan daerah Bengkulu, " pungkasnya. (rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00