• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Temuan Sidak Tim Pengawas, Pasokan BBM ke SPBU di Bengkulu Tidak Ada Penambahan Baru

16 July
18:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Pasca terbentuknya tim pengawas hasil dari rapat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dengan pihak Pertamina, BPH Migas yang melibatkan Asosiasi Pengusaha Truck Indonesia (Aptrindo) dan Gabungan Pengusaha Angkutan Batu Bara (Gapabara) serta pihak terkait lainnya di Bengkulu, terkait kelangkaan BBM jenis solar, temuan di setiap SPBU pada Selasa, (16/7/2019) disinyalir tidak ada penambahan, melainkan mengembalikan kuota BBM ke jumlah semula yang memang dikurangi sejak Juni 2019 lalu.

Asisten II Sekda Provinsi Yuliswani, ketika memimpin sidak ke sejumlah SPBU dengan didampingi pihak terkait dalam Kota Bengkulu mengaku, setelah mendengarkan keterangan dari pihak SPBU, pasokan BBM dikurangi oleh BPH Migas sejak Juni lalu.Tetapi karena memamg terjadi kekurangan BBM di SPBU, ada kebijakan pihak PT Pertaminauntuk mengembalikan kuota BBM kejumlah normal seperti pasokan sebelum Juni.

"Di Juni lalu ada pengurangan kuota untuk Bengkulu dari 104 KL ke 82 KL atas keputusan BPH Migas. Di Juli ini, Pertamina mengembalikan kuota dari 82 ribu KL menjadi 104 Ribu KL. Penambahanseperti itu, balik lagi ke kuota awal. Hal itu dilakukan karena kuota BBM untuk Bengkulu memang masih kekurangan. Untuk itu perlu kita perjuangkan bersama, bukan saja oleh Pemerintah Daerah(Pemda)," ungkap Yuliswani.

Selain itu mengutip keterangan pihak SPBU, lanjut Yuliswani, pengembalian kuota BBM baru dilakukan untuk SPBU yang masuk zonasimenjual BBM solar, untuk angkutan seperti truk serta angkutan orang dan mobil box.

Sedangkan kuota BBM di SPBU yang tidak masuk zonasi menjual solar, untuk angkutan belum dikembalikan kejumlah normal.

"Seperti di SPBU KM 8,5dan di SPBU KM 6,5 adasolar, karena masuk zonasi menjual BBM untuk kendaraan angkutan. Tapi di SPBU lain tidak masuk zonasi, belum ada," katanya.

Lebih jauh dijelaskan, dari hasil pantauan tim pengawas di sejumlah SPBU dalam Kota Bengkulu, mayoritas masih terlihat antrean panjang kendaraan berbahan bakar solar, meskipun mulai hari ini sudah diberlakukan penghapusan zonasi SPBU penjualan BBM. Lalu ada juga temuan, pembeli tidak mendapat BBM solar.

"Memang mereka harus mengantre beberapa jam, baru mendapatkan BBM khususnya solar. Dari keterangan pembeli juga, BBM khususnya solar memang antrean hanya terjadi di Bengkulu. Itu sopir mobil angkutan orang dari Bengkulu ke Jakarta, di Lampung tidak ada antrean," ucapnya.

Sementara itu, Manager SPBU KM 8 Ali Amranmengakui, mengantisipasi persoalan antrian BBM ini pihak pertamina agar menyalurkan ke seluruh SPBU yang ada di Kota Bengkulu, dengan stock 16 ton KLperhari.

Dimana dengan stock 16 ton diyakininya bisa mencukupi kebutuhan solar Kota Bengkulu.

“Sebanyak 16 ton itu cukup untuk empat hari. Cobalah, kalau tidak percaya kita buktikan sama-sama nanti,” tantangnya.

Lebih jauh ditambahkan, selama ini pasokan stock BBM jenis solar sebanyak 8 tondengan perhitungan dalam satu minggu sebanyak tiga kaliantar dan baru kemarin (Senin,red)mendapatkantambahan pasokan.

“SPBU kami memang masuk zonasi, tapi kami juga tidak bisa melarang antrian mobil besar, karena kasian sudah antri. Sehingga tidak mungkin, tidak diisikan BBM. Bahkan jika kami menolak, tidak menutup kemungkinan hal yang tidak diinginkan bakal terjadi,” tukasnya. (rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00