• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

BE Kraf Bersama Komisi X DPR Suport Kembangkan Ekraf Masyarakat Kota Bengkulu

16 July
18:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Badan Ekonomi Kreatif (BE Kraf) bersama Komisi X DPR RI akan mensuport Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, yang sedang galak-galaknya membangun dan mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) masyarakat Kota Bengkulu, melalui program samisake dan rencana pengalihan gedung balai adat, menjadi pusat kerajinan ekonomi kreatif (ekraf).

Bahkan sebagai langkah awal, pada Selasa, (16/7/2019) BE Kraf bekerjasama dengan Komisi X DPR RI dan Pemkot menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif, di Kota Bengkulu.

Sedangkan materi kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Bengkulu, dengan diikuti sekitar 150 orang pelaku Ekraf di Kota Bengkulu, fokus bidang fotografi dengan mendatangkan fotografer profesional Priadi Soejanto dari IKJ.

Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif BE Kraf, Wawan Rusiawan di Bengkulu menyatakan, dengan diberikan keahlian atau kompetensi bidang fotografi. Dimana di era kekinian, dalam memasarkan prodaknya dengan menampilkan foto bisa dipotret dari handpone. Oleh karena itu, kali ini diajarkan tata cara pengambilan gambar terhadap prodaknya, sehingga bisa lebih menarik minat pembeli.

“Kita mengajarkan kepada pelaku usaha di Bengkulu ini mulai dari teori hingga praktek pengambilan gambar dari prodaknya. Sekaligus juga dilakukan evaluasi terhadap kelemahan dalam pemotretan agar kedepan bisa dirubah,” ujarnya.

Selain itu dikatakan, tindak lanjut dari kunjungan Walikota Helmi Hasan ke BE Kraf belum lama ini, pihaknya juga mendukung perwujudan pengalih-fungsikan gedung balai adat Kota Bengkulu menjadi ruang kreatif. Dimana keinginan Walikota Bengkulu tersebut, juga bagian dari program BE Kraf dalam membantu pengembangan ekraf di negeri ini.

“Kita ada program bantuan pemerintah seperti merevitalisasi ruang balai adat menjadi ruang aktifitas kreatif. Mudah-mudahan rencana itu bisa kita wujudkan di tahun 2020 mendatang. Dimana dengan adanya ruang kreatif nantinya akan terbentuk komunitas-komunitas pelaku usaha dan ide baru dalam pengembangan ekonomi kreatif di Bengkulu ini kedepan,” terangnya.

Senada dengan itu, Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati selaku mitra kerja eksekutif menyambut baik adanya kegiatan workshop peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di Kota Bengkulu, khususnya soal memotret secara profesional, karena tidak dipungkiri dalam pemasaran produk melalui dunia digital (online). Untuk itu dinilai pembelajaran ini sangat penting, sebagai upaya daya tarik agar produknya diminati.

“Diharapkan setelah pelaku usaha di Kota Bengkulu mengikuti pelatihan perdana ini, selain sudah bisa memfoto dan kemudian dengan sarana itu bisa melakukan transaksi ekonominya lebih meningkat,” katanya.

Ditanya soal rencana Pemkot mengoptimalkan keberadaan gedung balai adat menjadi pusat ekraf, Politisi Perempuan PAN DPR RI ini sangat mendukung dan pihaknya akan mengawal agar bisa terealisasi di tahun 2020 mendatang.

“BE Kraf sebagai mitra legislatif akan kita dukung dan kawal untuk menjadikan gedung balai adat menjadi ruang kreatif di Bengkulu dan nantinya juga menjadi pusat transaksi ekonomi prodak kreatif,” ucapnya.

Sementara itu, Walikota Bengkulu Helmi Hasan menambahkan, pihaknya sudah mengusulkan kepada BE Kraf untuk membangun sebuah kreatif bagi anak muda, sehingga UMKM dan UKM memiliki wadah dalam menyajikan sekaligus menyempurnakan hasil karyanya.

Apalagi kali ini pihak BE Kraf mengadakan workshop peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, dengan fokus materinya bidang fotografi.

“Kegiatan ini cerdas dan baik sekali, karena anak muda di Kota Bengkulu memang perlu mendapatkan perhatian. Mengingat tongkat estafet perjuangan bangsa ini berada di generasi muda sekarang. Untuk itu diharapkan setelah kegiatan ini ada advokasi lanjutan dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga ke Kota, sehingga lahir usaha di masyarakat,” demikian Helmi. (rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00