• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Konser Kebangsaan Sukses, Ribuan Warga Bengkulu Padati Sport Center

13 July
23:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Konser Kebangsaan Radio Republik Indonesia (RRI) bekerjasama dengan Kementrian Pertahanan (Kemenhan) dan Kementrian Kominfo RI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, dan PT. Telekomunikasi Indonesia, BKKBN serta didukung Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) pada Sabtu, (13/7/2019) malam berjalan meriah dan sukses serta penuh hikmat.

Dimana ribuan warga Bengkulu dan sekitarnya, baik yang tua maupun muda mudi memadati kawasan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu, menyaksikan secara langsung konser kebangsaan dengan tema “Bela Negara, Indonesia Bersatu”. Ditambah lagi, konser kebangsaan tersebut dihadiri langsung oleh Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Lalu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) yakni Kapolda, Danrem 041, Lanal, Ketua DPRD Bengkulu dan Sulawesi Tenggara, Wakil Walikota.

Kemudian juga hadir Kepala LPP RRI se Sumatera, Jakarta, Pontianak, Jember, Gorontalo, dan Kendari, serta tamu dari TVRI dan lain-lainnya.

Selain itu konser kebangsaan yang ke-13 semakin semarak dengan dihibur langsung oleh penyanyi muda berbakat Wizzy dan duo kembar Rizky–Rido, serta artis-artis local, dan jebolan Bintang Radio tingkat Nasional RRI dari Kendari dan Jember, dengan iringan music dari Toto and Star.

Kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui Programa 1 dan 2 RRI seluruh Indonesia serta radio bergambar RRI “RRI Net” yang mengusung tagline “Tonton Yang Anda Dengar”, serta hadirnya alat musik dol Bengkulu dan juga seorang pendengar setia RRI (disable) bernama Wakilan asal Semarang, yang selalu membawa radio.

Direktur Utama LPP RRI, M. Rohanudin yang tidak berpidato melainkan membaca puisi berjudul “Jangan Berbelah.” Dalam puisi itu Dirut RRI menggambarkan pasca Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang baru saja diketahui Presiden Jokowi dan Prabowo bertemu dan berakhirnya istilah cebong dan kampret atau 01 dan 02, tapi hanya Garuda Pancasila.

“Pertemuan Jokowi dan Prabowo hari ini adalah simbol energi kohesi bangsa. Bersama menarasikan ke-Pancasilaan menjadi ke-Indonesiaan sembari menikmati kopi Bengcoolen dan kopi 1001 Bengkulu. Indonesia damai dan bermartabat sembari menikmati kopi bengkulen dan kopi 1001 Bengkulu,” kutipan sebagian puisi Rohanudin.

Senada dengan itu, Sekjend Kementrian Kominfo Niken Widaastuti dalam pesan kebangsaan yang diawali dengan berpantun, juga mengungkapkan pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo. Dengan demikian telah kembalinya situasi dan kondisi setelah Pilpres 2019 ini. Oleh karena itu Niken mengajak generasi millenial Bengkulu, karena di Bengkulu juga tersimpan sejarah perjalanan bangsa Indonesia, untuk terus meningkatkan persatuan dan kesatuan.

“Kita mengambil semangat merah dan putih dengan bela negara yang diwujukan melalui penyampaian informasi yang menyatukan dan positif. Kita tolak hoax, ujaran kebencian, menghasut, dan adu domba. Mari rekatkan NKRI,” ajakannya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam orasi kebangsaannya menyatakan, Indonesia dilahirkan atas keberagaman dan keberagaman sesungguhnya kekayaan yang luar biasa. Untuk mari bersama-sama menjaganya dan secara khusus bagi Provinsi Bengkulu Ibu Fatmawati merupakan Ibu Negara pertama mendampingi Bung Karno, ketika akan memproklamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia, telah menjahit Bendera Merah Putih sebagai simbol pemersatu.

“Itu karya terbaik anak bangsa, putri Bengkulu yang kita cintai bersama. Untuk itu sudah sepatutnya Indonesia dan kita semua harus selalu merawat, mencintai dan menjaga NKRI serta Pancasila. Kita terus keberagaman ini agar anak cucu kedepan Indonesia jaya dan berdaulat, dengan budaya tetap selalu lestari,” ucapnya.

Disamping itu, dengan suksesnya konser kebangsaan ke-13 di Bengkulu, untuk pelaksanaan konser berikutnya akan berlangsung di Pontianak pada November 2019 mendatang. (rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00