• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Solar Semakin Langkah, Pihak DPRD dan Pemprov Bengkulu Diminta Segera Bersikap

13 July
15:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang telah dikeluhkan masyarakat, baik itu warga pengguna kendaraan maupun pengusaha angkutan dan organisasi ataupun asosiasi pengusaha serta sopir truck di Provinsi Bengkulu, hingga kini semakin mengkawatirkan.

Apalagi disisi lain, adanya kelangkaan BBM jenis solar tersebut belum juga ada solusi dari Pemerintah Daerah (Pemda) di Provinsi Bengkulu. Hal itu dibuktikan, masyarakat untuk mendapatkan BBM jenis solar di SPBU, tidak menentu dan ada yang harus mengantri hingga 2 hari baru mendapatkannya.

“Secara ekonomi jika kendaraan harus antri di SPBU selama dua hari, sangat tidak efektif lagi, karena untuk pendapatan bagi sopir angkutan dapat dipastikan selama satu hari tidak ada,” ungkap Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Truck Indonesia Provinsi Bengkulu, Yurman Hermedi, kepada sejumlah jurnalis di Bengkulu.

Dijelaskan Yurman, dengan kelangkaan BBM jenis Solar tersebut secara tidak langsung menyebabkan banyak sopir truck yang telah berhenti, karena bekerja sebagai sopir tidak menghasilkan untuk keluargnya. Mengingat apabila para sopir bertahan dengan pekerjaan tersebut, bisa terancam.

“Kami sebagai warga negara ini ada hak dan kewajiban. Untuk itu, kami dari organisasi asosisasi sekarang mulai melakukan langkah-langkah, karena penyebab langkah BBM jenis solar ini, diketahui akibat pengurangan kuota, kita mempertanyakan dasarnya. Belum lagi, khusus untuk angkutan truck yang beroperasi saat ini tidak lebih dari 30 persen dan 70 persen sudah berhenti,” kata Yurman yang juga Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Batu Bara (Gapabara) Bengkulu, Sabtu, (13/7/2019).

Diakui, pihaknya juga telah melakukan ekspansi di daerah tetangga Bengkulu, seperti, Lampung dan Palembang, tidak pernah terjadi kelangkaan BBM jenis Solar. Tetapi di Bengkulu justru terjadi. Oleh karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan lembaga legislatif melalui Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu dan menemui Gubernur Rohidin Mersyah, untuk mempertanyakan sekaligus solusi yang akan diambil.

“Diharapkan langkah yang kita lakukan ini mendapatkan respon dari para wakil rakyat dan Pemda, karena kami ini mendapatkan keadilan dengan bisa membeli BBM jenis solar yang saat ini sulit didapatkan. Masa di daerah leluasa mendapatkannya, sedangkan di Bengkulu sangat susah sekali,” ucapnya.

Lebih jauh ditegaskan, apabila langkah persuasif yang dilakukannya saat ini tidak mendapatkan respon positif dari DPRD dan Pemda Provinsi serta pihak terkait lainnya, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengambil langkah lain, seperti turun ke jalan melakukan aksi demo.

“Karena para sopir angkutan dan truck yang ada di Bengkulu ini ingin ada pekerjaan, tidak menutup kemungkinan akan turun ke jalan menuntut keadilan. Jika memang BBM jenis Solar ini langkah, maka kita menuntut untuk tidak ada sama sekali lagi nantinya di Bengkulu,” terangnya.

Sementara itu salah seorang sopir truck di Bengkulu, Askuri menyatakan atas nama perwakilan mewakili seluruh sopir truck se-Provinsi Bengkulu, sudah merasa jenuh dengan kondisi yang terjadi sekarang ini, karena jika seperti ini sama saja dengan menutup mata pencarian para sopir kendaraan yang menggunakan BBM jenis Solar. Apalagi jika kondisi demikian terus bertahan, ia mempersilahkan, pihak terkait untuk dapat mengosongkan BBM jenis solar dari Bengkulu ini.

“Dengan kondisi sulitnya mendapatkan BBM jenis solar ini, kapan lagi kami bisa membahagian keluarga, dengan memenuhi kebutuhan keluarga dan bayar hutang. Belum lagi anak-anak kami butuh pendidikan melalui sekolah, sedangkan kami tidak ada biaya, karena tidak ada pekerjaan lain selain sopir. Jadi tolong petinggi yang ada di Bengkulu ini bisa memperhatikan nasib kami (para sopir,red),” tukasnya. (rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00