• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dialog Kebangsaan RRI, Wadah Untuk Merekat Bangsa Indonesia Tetap Satu

12 July
13:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan Radio Republik Indonesia (RRI) bekerjasama dengan Kementrian Pertahanan-Kemenhan dan Kementrian Kominfo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu serta Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), merupakan wadah untuk membangun dan merekatkan bangsa Indonesia tetap satu.

Direktur Utama LPP RRI, M Rohanudin, dalam dialog kebangsaan dengan tema “Bela Negara, Indonesia Bersatu,” yang dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala LPP RRI se Sumatera, Pontianak, Kendari dan Gorontalo, Civitas Akademika UMB, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan pelajar, bertempat di Gedung Hasan Din lantai 6 UMB menyatakan, keberadaan RRI yang memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia, selalu menarasikan persatuan dan kesatuan, meski pekerjaan tersebut bukan mudah.

Tetapi jika dilakukan secara bersama-sama menyuarakan kebangsaan dan memerangi hoax.

“Mari kita semua, khususnya dimulai dari generasi penerus bangsa, termasuk bagi karyawan serta karyawati RRI se Indonesia jumlahnya 6 ribuan, untuk menyuarakan kebangsaan ini. Jika kita lakukan bersama-sama, negeri ini akan tetap satu,” ajak Dirut LPP RRI M. Rohanudin, Jumat, (12/7/2019).

Senada dengan itu Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta, persatuan dan kesatuan tersebut merupakan sebuah kebutuhan, membela negara adalah kewajiban yang harus dijalankan, karena akan ada ancaman dan gangguan baik yang datang dalam negeri maupun luar negeri.

“saya mengajak semua bersama-sama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi salah seorang putri Bengkulu Ibu Fatmawati, telah menorehkan sejarah perjalanan bangsa dan membela negara ini, dengan membuat simbol persatuan bangsa melalui Bendera Merah Putih,” imbuh Gubernur.

Sementara itu Dirjen Pothan Kemenhan Prof. DR. Ir. Bondan Tiara Syofyan menambahkan, menghadapi ancaman bangsa ini bukan saja kedaultan negara yang dibela, tetapi juga keutuhan wilayah mulai dari Sabang sampai Mauroke dan Pulau Miangas hingga Pulau Rote, serta terpenting lagi, keselamatan bangsa. Dimana ancaman yang nyata akhir-akhir ini, dalam pola pikir yang begitu pesatnya berkembang melalui dunia digital.

“Saya juga menghimbau semua untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan dimulai dari Bengkulu ini, dengan merubah pola pikir saat ini dan kedepan yang lebih baik,” katanya.

Disamping itu, Direktur Informasi dan Kemunikasi Polhukam Kementrian Kominfo, Drs. Bambang Gunawan menjelaskan, upaya menjaga persatuan dan kesatuan di era kemajuan sekarang ini banyak beredar berita hoax, mengharuskan pihaknya melakukan upaya pembatasan akses media sosial, meski dianggap melanggar HAM. Padahal langkah demikian dilakukan bersifat sesaat, yang semata-mata untuk menjaga keamanan dan keutuhan bangsa.

“Diharapkan seluruh elemen masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial, dengan terlebih dahulu mengecek kebenaran informasi sebelum diviralkan. Apalagi langkah lain kita dalam menangkal hoax ini, dengan melakukan literasi media kepada seluruh komponen di negeri ini,” jelasnya.

Dibagian lain Rektor UMB DR. Sakroni mengharapkan, generasi penerus bangsa khususnya di Bengkulu, agar terus menanamkan dan menumbuhkan semangat nasionalisme, agar bangsa ini tetap satu.

“Kami secara kelembagaan UMB juga terus berupaya menjaga semangat persatuan dan kesatuan dengan berbagai lomba kebangsaan, untuk saat ini dan kedepan agar negara Indonesia tetap satu,” tutup Syakroni. (rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00